Selasa, 30 Maret 2010

MODUL SEJARAH KLS X

PENGERTIAN SEJARAH
Setelah mempelajari kegiatan 1 modul ini, Anda dapat:
1. menguraikan pengertian dari sejarah berdasarkan pengertian umum dan
etimologi;
2. menjelaskan pengertian sejarah sebagai kisah, ilmu, peristiwa, dan seni.

Apakah Anda sudah memahami pengertian tentang sejarah. Untuk lebih meningkatkan pemahaman Anda tentang sejarah, alangkah baiknya kalau Anda memahami tentang pengertian sejarah secara umum, etimologi dan pengertian sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni.
Guna mengetahui definisi sejarah, maka yang harus diperhatikan adalah pengertian sejarah secara umum dan etimologi, selain itu kita harus memahami pengertian sejarah sebagai peristiwa, ilmu, kisah, dan seni seperti yang terdapat pada uraian materi berikut ini.


Terdapat beberapa istilah yang menggunakan kata sejarah, di antaranya : guru sejarah, pegawai sejarah, pencatat sejarah, pelaku sejarah dan saksi sejarah, serta peneliti sejarah dan penulis sejarah.
Lalu apakah sejarah itu ?


Sejarah merupakan cabang ilmu pengetahuan yang menelaah tentang asal-usul dan perkembangan serta peranan masyarakat di masa lampau berdasarkan metode dan metodologi tertentu. Terkait dengan pendidikan di sekolah, pengetahuan masa lampau tersebut mengandung nilai-nilai kearifan yang dapat digunakan untuk melatih kecerdasan, membentuk sikap, watak dan kepribadian peserta didik


Secara umum, sejarah adalah semua peristiwa yang terjadi di masa lalu sejak bumi ini ada hingga sedetik yang lalu. Dalam Bahasa Indonesia, pengertian sejarah adalah sama dengan history(Inggris), geschichte (Jerman), atau geschiedenis (Belanda). Kamus Bahasa Indonesia mendefinisikan sejarah sebagai : (1) kesusastraan lama : silsilah; asal usul; (2) kejadian dan peristiwa yang benar-benar telah terjadi pada masa yang lampau; (3) ilmu, pengetahuan, cerita, pelajaran tentang kejadian dan peristiwa yang benar-benar telah terjadi pada masa yang lampau.


Sejarah dalam bahasa Arab berasal dari kata syajaratun, yang artinya “pohon”. Bahasa Arab juga mengenal kata syajaratun annasab, yang artinya “pohon silsilah”. Dalam konteks pengertian ini, sejarah sama artinya dengan sebuah pohon yang terus berkembang dari tingkat sederhana samapai ketingkat yang lebih maju dan kompleks. Sejarah dalam bahasa Inggris adalah history yang artinya masa lampau umat manusia. Kata history ini sendiri sebetulnya diturunkan dari bahasa Latin, yakni historia. Istor dalam bahasa Yunani memiliki arti “orang pandai” (learned man). Sejarah dalam bahasa Belanda adalah geschiedenis yang berarti “terjadi”, sementara sejarah dalam bahasa jerman adalah geschichte yang berarti sesuatu yang telah terjadi.
Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahwa secara etimologis sejarah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi di masa lampau dalam kehidupan manusia. Sama seperti pohon, sejarah merupakan ilmu yang kompleks dengan berbagai macam cabang dan ranting dan ilmu yang terus berkembang. Dan orang yang mempelajari sejarah adalah orang yang terpelajar (learned man), yang terpanggil atau tertantang untuk mempelajari masa lalunya dan masa lalu umat manusia secara kritis dan komprehensif.


Menyebutkan pengertian sejarah adalah sebagai berikut:

a. Sejarah ialah ilmu tentang manusia.
Sejarah hanya bercerita tentang manusia, karena : terjadinya alam semesta menjadi kajian astronomi; pergeseran-pergeseran bumi di masa lalu merupakan kajian geologi; fosil-fosil menjadi kajian antropologi; dan benda-benda peninggalan menjadi kajian arkeologi.

b. Sejarah ialah ilmu tentang waktu.
Sejarah membahas perkembangan, kesinambungan, pengulangan dan perubahan pada masyarakat.

c. Sejarah ialah ilmu tentang sesuatu yang mempunyai makna sosial
Tidak semua peristiwa penting untuk perkembangan dan perubahan masyarakat. Saat ini, perempuan yang menjadi pencipta lagu sudah biasa, namun tidak demikian dengan perempuan pertama yang menjadi pencipta lagu.

d. Sejarah ialah ilmu tentang sesuatu yang tertentu, satu-satunya
dan terinci.
Sejarah adalah sejarah tertentu, bukan secara umum, karena harus jelas kapan dan dimananya. Sejarah itu ilmu mengenai satu-satunya (unik) karena sejarah harus menulis peristiwa, tempat, dan waktu yang hanya sekali terjadi. Sejarah harus terinci (detail) karena sejarah tidak terbatas pada hal-hal yang besar



Ismaun (1992 : 17 – 19) menyebutkan bahwa sejarah sebagai kisah adalah cerita berupa narasi yang disusun dari memori, kesan, atau tafsiran manusia terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi atau berlangsung pada waktu yang lampau. Dalam kehidupan sehari-hari dikenal sebagai cerita. Secara tertulis cerita sejarah itu dapat kita baca dalam buku-buku sejarah, majalah, atau surat kabar. Secara lisan kita dapat mendengarnya dalam narasi, ceramah, percakapanpercapakan, pelajaran sejarah di sekolah, atau dari siaran radio dan televisi, bahkan dapat disaksikan dalam drama atau film. Sebagai suatu cerita, sifatnya tergantung kepada siapa yang menceritakan. Setiap manusia memiliki kepribadian yang beraneka ragam yang tercermin pada apa yang diceritakannya. Cerita sejarah yang disusun oleh seorang penulis secara tidak langsung dapat menggambarkan sifat-sifat yang mempengaruhi penulis, seperti : keadaan pribadinya, cita-cita dan pergaulannya, serta perbendaharaan pengetahuannya di dalam sejarah dan lingkungannya.
Huizinga, seorang sejarahwan Belanda mengatakan bahwa sejarah adalah suatu kisah yang telah berlaku. Sejarah , sebagaimana yang dikisahkan (histoire recite) mencoba menangkap dan memahami sejarah sebagaimana yang terjadi (histoire realite), Sejarah sebagai kisah merupakan narasi yang disusun berdasarkan memori, kesan, atau tafsiran manusia terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Ada kemungkinan sejarah sebagai kisah bersifat subjektif. Subjektifitas dalam sejarah terletak pada bagaimana sejarah tersebut dituturkan atau diceritakan oleh seseorang. Hal ini disebabkan oleh kepribadian si pencerita atau si tutur sejarah yang mempengaruhi factor tersebut.

Ismaun (1992 : 13 – 17) menyebutkan bahwa sejarah sebagai peristiwa adalah kejadian, kenyataan, aktualitas, sejarah in concreto yang sebenarnya telah terjadi atau berlangsung pada waktu yang lampau. Apa saja yang terjadi dan terbentuk dalam masa lampau adalah kejadian. Semua kejadian terutama yang menyangkut kehidupan manusia termasuk perbincangan sejarah. Jumlah kejadian di masa lalu tidak terhingga. Bayangkan berapa jumlah kejadian di muka bumi ini, sejak bumi diciptakan hingga sedetik yang lalu. Kejadian-kejadian di masa lampau itu walaupun sudah tidak ada lagi, kesan-kesannya (untuk sebagian atau seluruhnya) tinggal membekas dalam ingatan manusia. Tetapi ingatan manusia terbatas. Manusia pada umumnya tidak dapat mengingat seluruh kejadian yang dialaminya dan tidak selamanya ia dapat mengingat satu kejadian saja secara lengkap. Oleh karena itu banyak kejadian di masa lampau yang “hilang” dan di antara yang “hilang” itu sebagian besar belum dapat kita temukan kembali. Kejadian-kejadian pada waktu yang lampau itu begitu banyaknya, sehingga tidak mungkin kita
mengetahui dan mempelajari seluruhnya. Kejadian-kejadian yang kita pelajari dalam sejarah pada pokoknya hanya meliputi kejadian-kejadian yang penting saja, yaitu kejadian-kejadian yang mempunyai arti bagi kemanusiaan.
Kejadian-kejadian yang dipelajari bukanlah kejadian-kejadian yang berdiri sendiri. Harus dipelajari dan dicari pula hubungan antara kejadian yang satu dengan kejadian yang lain. Ada tidaknya hubungan antar kejadian itu bergantung kepada hasil penyelidikan atau kepada perbendaharaan ilmu pengetahuan kita. Sejarah sebagai suatu peristiwa pada dasarnya adalah objektif. Objektifitas sejarah adalah sebagai peristiwa yang terletak pada fakta yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik dan penting. Peristiwa sejarah merupakan peristiwa yang abadi karena peristiwa tersebut tidak berubah-ubah dan dikenang sepanjang masa. Peristiwa sejarah bersifat unik karena peristiwa tersebut hanya terjadi satu kali dan tidak pernah terulang kembali secara persis sama. Peristiwa sejarah penting karena peristiwa tersebut mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak.


Sejarah sebagai ilmu positif bermula dari anjuran Leopold Von Ranke kepada para sejarahwan untuk menulis apa yang sesungguhnya terjadi. Leopold terkenal sebagai bapak historiografi modern. Dengan menulis apa yang sesungguhnya terjadi sejarah akan bersifat objektif. Dengan melihat manusia tertentu yang mempunyai tempat dan waktu tertentu serta terlibat dalam kejadian tertentu. Sejarah sebagai ilmu membedakannya dengan ilmu filsapat yang bersifat abstrak dan spekulatif.

Kuntowijoyo (1995 : 60 – 64) menyebutkan bahwa sejarah sebagai ilmu karena memiliki kaidah keilmuan, yaitu :

a. Sejarah itu empiris.
Sejarah sangat tergantung pada pengalaman manusia yang terekam dalam dokumen. Jadi meskipun ada perbedaan yang mendasar dengan ilmu alam, sejarah sama dengan ilmu alam karena sama-sama berdasarkan pengalaman, pengamatan, dan penyerapan. Perbedaannya, dalam ilmu-ilmu alam pengamatan percobaan dapat diulang-ulang, sedangkan sejarah tidak dapat mengulangi percobaan.

b. Sejarah itu mempunyai objek.
Perbedaan antara sejarah dengan ilmu-ilmu alam adalah pada objek. Ilmu-ilmu alam mengamati benda-benda sedang sejarah mengamati manusia. Benda-benda itu tidak berpikir sedangkan manusia itu berpikir dan berkesadaran.

c. Sejarah itu mempunyai teori.
Sama seperti ilmu lain, sejarah juga mempunyai teori pengetahuan. Teori pada umumnya berisi satu kumpulan tentang kaidah pokok suatu ilmu.

d. Sejarah itu mempunyai generalisasi.
Sama seperti ilmu lain, sejarah juga menarik kesimpulankesimpulan umum.

e. Sejarah itu mempunyai metode.
Untuk penelitian, s ejarah mempunyai metode tersendiri yang menggunakan pengamatan. Metode sejarah mengharuskan orang untuk berhati-hati dan tidak boleh menarik kesimpulan yang terlalu berani tanpa penelitian yang detil.

Kuntowijoyo (1995 : 67 – 70) menyebutkan bahwa sejarah sebagai seni karena :
a. Sejarah memerlukan intuisi atau ilham.
Sejarawan memerlukan pemahaman langsung dan instinktif selama masa penelitian berlangsung. Sering terjadi untuk memilih suatu penjelasan, bukan peralatan ilmu yang berjalan tetapi intuisi. Untuk mendapatkan intuisi sejarawan harus bekerja keras dengan data yang ada. Dis inilah perbedaan intuisi sejarawan dengan pengarang, karena sejarawan harus tetap ingat akan data-datanya.

b. Sejarah memerlukan imajinasi.
Dalam pekerjaannya, sejarawan harus dapat membayangkan apa yang sebelumnya apa yang sedang terjadi, dan apa yang terjadi sesudah itu. Sejarawan dituntut untuk dapat membayangkan sungai, hutan, pantai, desa, istana, mesjid, dan tempattempat lainnya sesuai dengan peristiwa sejarah yang dipelajarinya.

c. Sejarah memerlukan emosi.
Penulis sejarah harus berempati, menyatukan perasaan dengan objeknya. Diharapkan sejarawan dapat menghadirkan objeknya seolah-olah pembacanya mengalami sendiri peristiwa itu. Penulisan sejarah dengan emosi tetapi setia kepada fakta sangat penting untuk pewarisan nilai.

d. Sejarah memerlukan gaya bahasa.
Gaya bahasa yang baik tidak berarti gaya bahasa yang berbunga-bunga. Kadang-kadang bahasa yang lugas lebih menarik. Gaya yang berbelit-belit dan tidak sistematis jelas merupakan bahasa yang jelek. Dalam tulisan sejarah, deskripsi itu seperti melukis yang naturalistis, yang diperlukan ialah kemampuan untuk menuliskan detil. Kata seorang sejarawan Amerika, sejarah itu ibarat orang naik kereta menghadap ke belakang. Ia
dapat melihat ke belakang, ke samping kanan dan kiri. Satu-satunya kendala ialah ia tidak bisa melihat ke depan. (Kuntowijoyo, 1995)












UJI kOMPETENSI 1
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat !

1. Secara umum, salah satu pengertian sejarah yang benar adalah ... .
a. Kejadian dan peristiwa masa lalu yang akan terulang di masa yang akan
datang
b. Perubahan-perubahan dan peristiwa-peristiwa yang terjadi setiap hari di
sekitar kita
c. Cerita atau kisah atau catatan tentang kehidupan keluarga bangsawan di
masa lampau
d. Ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi pada
masa lampau
e. Kumpulan peninggalan atau bukti-bukti peristiwa di masa lampau berupa
benda

2. Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu…
a. History d. Historia
b. Geschicthe e. Story
c. Syajaratun

3. Dalam bahasa Inggris, kata sejarah disebut history, artinya ....
a. Masa lampau
b. Pohon c. Belajar masa lampau
d. Sesuatu telah terjadi e. Manusia

4. Sejarah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau
kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan manusia,
merupakan difinisi sejarah berdasarkan...
a. pengertian umum
b. pengertian etimologis
c. objektif
d. subjektif
e. khusus

5. Sejarah dapat dipahami sebagai pohon hidup, asal-usul, riwayat,
keturunan, atau silsilah. Pemahaman sejarah ini diturunkan dari
pemahaman sejarah dalam bahasa...
a. Yunani
b. Romawi c. Latin
d. Arab e. Inggris
6. Manakah pengertian sejarah yang benar menurut Kuntowijoyo ? Sejarah
adalah ilmu tentang … .
a. manusia
b. terjadinya alam semesta
c. pergeseran bumi di masa lalu
d. benda-benda peninggalan
e. fosil manusia

7. Mengapa sejarah menjadi ilmu yang unik ? Karena sejarah … .
a. bersifat umum di manapun manusia berada
b. tidak terbatas pada hal-hal yang besar
c. tidak jelas kapan dan dimana terjadinya
d. meliputi seluruh kejadian di masa lalu
e. merupakan peristiwa yang hanya terjadi sekali

8. Mengapa cerita sejarah sifatnya tergantung kepada siapa yang
menceritakan ? Salah satunya adalah karena suatu cerita sejarah secara
tidak langsung … .
a. memiliki kepentingan partai politik penulis
b. menggambarkan perbendaharaan pengetahuan penulis
c. menunjukkan adanya bukti-bukti terjadinya peristiwa
d. mewakili cita-cita dan harapan dari para pembaca
e. menggambarkan sifat-sifat pribadi pembaca

9. Apa yang dimaksud sejarah sebagai peristiwa ?
a. jumlah kejadian di masa lalu yang tidak terhingga
b. kejadian di masa lampau yang sudah tidak ada lagi
c. kejadian yang sebenarnya telah terjadi pada waktu yang lampau
d. kesan-kesan dalam ingatan manusia tentang suatu kejadian
e. kejadian di masa lampau yang hilang dari ingatan manusia

10. Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu…
a. History d. Historia
b. Geschicthe e. Story
c. Syajaratun

11. Sejarah akan melihat sesuatu berdasarkan rentang waktu. Hal ini
menunjukkan sejarah bersifat ....
a. Diakronis d. Penting
b. Idiografis e. Empiris
c. Unik

12. Sejarah bersandar pada pengalaman manusia yang sungguh-sungguh
terjadi. Hal ini menunjukkan sejarah bersifat ....
a. Diakronis d. Penting
b. Idiografis e. Empiris
c. Unik

13. Sejarah sebagai peristiwa sejarah dalam tahapan atau pembabakan
tertentu disebut
a. Objektif d. Intersubjektif
b. Subjektif e. Ideal
c. Relatif

14. Sejarah yang melihat peristiwa sebagaimana terjadi adalah sejarah
sebagai ....
a. Kisah d. Seni
b. Ilmu e. Proses
c. Syajaratun

15. Sejarah berkesinambungan adalah...
a. masa lalu dilukiskan secara urut dalam kurun waktu
b. sejarah ada hubungannya dengan sebab akibat
c. kebenarannya bersifat sementara sebab masih perlu adanya penelitian
untuk mencari kebenaran yang hakiki
d. peristiwa sejarah menyangkut masa lampau, masa kini, dan masa yang
akan datang
e. kisah sejarah berdiri sendiri

16. Peristiwa sejarah adalah peristiwa unik, maksudnya ....
a. Aneh
b. Sepanjang masa
c. Khusus
d. Menyangkut seluruh umat
e. Hanya satu kali terjadi

17. Dalam bahasa Inggris, kata sejarah disebut history, artinya ....
a. Masa lampau
b. Pohon
c. Belajar masa lampau
d. Sesuatu telah terjadi
e. Manusia

18. Sejarah memiliki dimensi, artinya peristiwa sejarah...
a. terjadi sembarangan
b. terjadi dimana saja
c. pada priode tertentu
d. ada kurun waktu
e. tempat dan daerahnya tertentu

19. Sejarah sebagai ilmu adalah ....
a. Sejarah hasil karya peneliti
b. Peristiwa sejarah hakekatnya tidak mungkin diamati sebagai peristiwa
c. Masa lampau untuk pijakan masa kini
d. Peristiwa yang disusun secara sistematis dengan metode kajian ilmiah.
e. Ilmu yang mengungkapkan tokoh tertentu

20. Kebenaran fakta dalam sejarah adalah objektif, maksudnya fakta tersebut adalah ....
a. Nyata
b. Telah diolah
c. Kurang baik
d. Tidak boleh ditambah atau dikurangi
e. Langsung dari pelaku

21. Objek kajian sejarah adalah ....
a. Manusia dan alam sekitarnya
b. Manusia dan mahluk hidup
c. Kejadian masa lalu
d. Peristiwa yang paling awal
e. Sumber yang disusun secara nasional

22. Sejarah memberikan pengalaman yang pernah dilakukan baik pada masa lalu maupun masa sekarang, berarti sejarah memberikan manfaat ….
a. Inspiratf d. sugesti
b. Edukatif e. Ambisi
c. Rekreatif

23. Sejarah penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara sebab…
a. diajarkan di sekolah-sekolah
b. peristiwa sejarah ditulis di dalam buku-buku sejarah
c. setiap pelajar mendapatkan pelajaran sejarah
d. mempunyai objek serta metode ilmiah
e. orang bijak karena belajar sejarah

24. Apabila kita membaca kisah sejarah, kita akan mendapatkan…
a. sugesti
b. ambisi
c. inspirasi
d. emosi
e. simpati

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini secara singkat dan tepat!

1. Tuliskan pengertian sejarah sebagai kisah !
................................................................................................................
....................................................................................................................
....................................................................................................................
....................................................................................................................

2. Bandingkan pengertian sejarah sebagai ilmu dengan sejarah sebagai seni
masing-masing 3 unsur !
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................

3.Jelaskan mengapa peristiwa sejarah bersifat abadi, unik, dan penting!
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................

4. Tuliskan pengertian sejarah secara umum !
....................................................................................................................
....................................................................................................................
...................................................................................................................

5. Diskripsikan istilah-istilah pada kolom di bawah ini:


Istoria

History

Geschiedenis

Sajaratun

Polemik

Mitos

Inovatif



PRINSIP-PRINSIP DASAR ILMU SEJARAH

Setelah mempelajari kegiatan 2 modul ini, Anda dapat:
1. menguraikan tentang prinsip-prinsip dasar ilmu sejarah.
2. menjelaskan metodologi dalam penelitian ilmu sejarah.


Apakah Anda sudah memahami pengertian tentang sejarah. Untuk lebih meningkatkan pemahaman Anda tentang sejarah, alangkah baiknya kalau Anda memahami tentang prinsip-prinsip dasar ilmu sejarah dan metodologi dalam penelitian ilmu sejarah

Guna mengetahui prinsip-prinsip dasar ilmu sejarah dan metodologi dalam penelitian ilmu sejarah maka , maka yang harus diperhatikan adalah memahami uraian materi berikut ini.

Konsep priodisasi, kronologi, dan historiografi berhubungan erat dengan salah satu pengertian sejarah sebagai ilmu, yaitu ilmu yang mengenai waktu. Sebagai salah satu cabang IPS, sejarah mempelajari tentang peristiwa pada masa lampau. Masa lampau itu mengandung pengertian yang luas, oleh karena itu dalam mempelajari peristiwa sejarah dari sejak adanya manusia sampai sekarang adalah merupakan peristiwa-peristiwa yang berkelanjutan atau berkesinambungan (continuty) sehingga ada istilah (menurut Roeslan Abdul Gani) ”Ilmu sejarah ibarat penglihatan tiga dimensi yaitu masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Kita hanya mempelajari sejarah kalau peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau tersebut disusun berdasarkan priodenya, disusun secara kronologis, dan ditulis. Kalau bergitu, apa arti konsep priodisasi, kronologi, dan historiografi ?

Umumnya kita memahami priodisasi sebagai pembagian menurut zamannya. Priodisasi dapat diartikan juga penzamanan , atau pembabakan. Sebagai konsep sejarah, priodisasi berarti pembagian atau pembabakan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau berdasarkan waktu terjadinya. Pembabakan waktu terjadinya sejarah dapat terwujud dalam dua pendekatan, yaitu pendekatan subjektif dan pendekatan objektif. Pendekatan subjektif berarti pembabakan waktu sejarah semata-mata berdasarkan sudut pandang sejarahwan sedangkan pendekatan objektif berarti pembabakan waktu dalam sejarah berdasarkan kesepakatan bersama para sejarahwan. Tentu saja pembabakan berdasarkan sudut pandang objektif berkembang dari perdebatan panjang sudut pandang subjektif.
Contohnya :
1. Berdasarkan sudut pandang objektif kita mengatakan bahwa sejarah pergerakan kebangsaan di Indonesia dapat dibagi dalam pergerakan kebangsaan sebelum tahun 1908 dan sesudah tahun 1908 dengan sifat dan karekteristik yang melekat padanya.
2. Pembabakan sejarah Indonesia berdasarkan zaman pra-aksara dan zaman aksara.

Tentu saja masing-masing sejarahwan dapat memiliki sudut pandangnya sendiri dan ini bisa dimengerti sejauh argumentasinya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Penyusunan priodisasi dalam penulisan sejarah bertujuan untuk :
a. Memudahkan dan berguna dalam mempelajari sejarah
b. Memahami peristiwa-peristiwa sejarah secara kronologis

Kata kronologi berasal dari bahasa Yunani, yakni kronos yang artinya waktu dan logos yang berarti ilmu. Dengan demikian kronologis berati ilmu yang mempelajari urutan waktu dengan segala kejadian yang terjadi didalamnya. Dalam konteks ilmu sejarah, kronologi adalah berarti mempelajari sejarah berdasarkan urutan waktu terjadinya suatu peristiwa sejarah.
Kalau priodisasi dan kronologi dipakai bersama-sama dalam ilmu sejarah maka harus dikatakan bahwa peristiwa-peristiwa sejarah biasanya dibabakan berdasarkan urutan waktu terjadinya peristiwa tersebut ( priodisasi ) dan disusun berdasarkan urutan kejadiannya ( kronologi ).
Apakah ada hubungan antara kronologi dan kronik ? tentu saja ada. Kronik juga berasal dari bahasa Yunani yaitu cronica, yang artinya suatu cerita yang meriwayatkan suatu peristiwa yang tersusun menurut urutan waktu terjadinya peristiwa tersebut. Kronik juga berarticatatan sejarah ( tambo, babad ) yang dibuat oleh pencatan istana atau kerabat istana.

Bagaimana konsep priodisasi dan kronologi ini diterapkan dalam memahami sejarah? Kita ambil satu contoh : Pemberontakan G 30 S/ PKI tahun 1965. Peristiwa ini dapat dibabakan berdasarkan urutan waktunya, misalnya : dari mulai munculnya PKI , pemberontakan PKI tahun 1927, pemberontakan PKI tahun 1948 sampai puncaknya tahun 1965. Dari 4 babak terjadinya peristiwa ini masing-masing dapat di uraikan secara kronologis berdasarkan urutan kejadiannya. Dengan demikian kronologi akan membeberkan peristiwa –peristiwa sejarah secara rinci.

Contoh priodisasi sejarah Indonesia
• ... s.d 400 : Zaman Prasejarah
• 400 s.d 1500 : Zaman pengaruh Hindu/Budha dan pertumbuhan Islam
• 1500 s.d 1670 : Zaman pengaruh Islam dan mulai masuknya pengaruh
• Barat
• 1670 s.d 1800 : Masa Penjajahan oleh VOC
• 1800 s.d 1811 : Masa Pemerintahan Komisaris Jendral dan perlawanan terhadap pemerintahan kolonial Belanda
• 1830 s.d 1870 : Masa tanam paksa
• 1870 s.d 1942 : Sistem ekonomi liberal dan politik etis
• 1908 s.d 19 : Masa pergerakan Nasional
• 1942 s.d 1945 : Masa pendudukan Jepang
• 1949 s.d 1950 : Sistem akomodasi liberal dan politik etis
• 1950 s.d 1959 : Penerapan sisem liberal parlementer
• 1959 s.d 1966 : Masa demokrasi terpimpin
• 1966 s.d 1998 : Masa orde baru
• 1998 s.d sekarang : Masa reformasi

Contoh kronologi dari peristiwa-peristiwa bersejarah di Indonesia
• 400 : Masuknya Hindu/Budha di Indonesia
• 1300 : Masuknya Islam di Indoensia
• 1619 : Masuknya VOC
• 1811 : Inggris berkuasa
• 1816 : Belanda berkuasa kembali
• 1908 : Budi Utomo
• 1928 : Sumpah Pemuda
• 1942 : Pendudukan Jepang
• 1945 : Proklamasi
• 1947 : Agresi Militer I
• 1948 : Agresi Militer II
• 1949 : KMB
• 1950 : RIS
• 1959 : Dekrit Presiden
• 1965 : G 30 S / PKI
• 1968 : Suharto menjadi Presiden RI
• 1998 : Reformasi / Suharto Turun


Adalah bentuk penulisan sejarah. Perkembangan penulisan sejarah terjadi diseluruh belahan bumi. Di Indonesia, historiografi sudah berkembang cukup lama. Dalam buku Pelurusan sejarah Indonesia karangan Asvi Warman Adam, dikatakan bahwa historiografi Indonesia berkembang dari masa ke masa. Ada tiga fase perkembangan historiografi Indonesia, yaitu :
1.Fase historiografi tradisional, yang meliputi : penulisan babad dan hikayat. Beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi penulisan sejarah yang sangat penting yang tidak terpisah dari sastra sejarah. Contohnya adalah : babad, silsilah tambo, dan hikayat.
2.Fase historiografi kolonial. Pada masa ini penulisan sejarah lebih ditujukan pada memperkokoh kekuasaan colonial Belanda di Indonesia, sebaliknya di kalangan masyarakat Indonesia lebih ditujukan pada membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan Belanda.
3.Fase historiografi nasional. Pada masa kemerdekaan, penulisan sejarah lebih ditujukan agar perjalanan sejarah bangsa menuju kemerdekaan benar-benar dapat dipahami sehingga rakyat Indonesia terdorong untuk mengisi kemerdekaan. Sekitar tiga belas tahun sesudah kemerdekaan , historiografi Indonesia modern dimulai. Pada tahun 1957, diselenggarakan seminar sejarah Nasional Indonesia. Sejak saat itu dimulailah pribumisasi historiogragi Indonesia. Pada tahun 1970 dilakukan lagi seminar nasional Sejarah Indonesia ke-2 muncullah kegiatan kongkret yang berkaitan dengan historiografi Indonesia, diantaranya adalah perkembanngan kelembagaan produktivitas kepustakaan sejarah dengan penulisan sejarah oleh sejarahwan akademis dan penerbitan arsip arsip oleh lembaga arsip nasional.Dalam perkembangan ini mulai kelihatan minat yang besar pada pendekatan ilmu social dan analitik dengan memakai teori-teori ilmu social untuk menjelaskan kejadian sejarah. Pada Seminar Nasional sejarah Indonesia Ke-3 tahun 1981, mulai kelihatan sejarahwan Indonesia sudah sungguh-sungguh menyadari pentingnya kesadaran teoritik dan metodologis dalam penulisan sejarah.

Sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia, historiografi Indonesia terbagi atas tiga tahab atau gelombang, yaitu :
a.Gelombang dekolonisasi sejarah dengan mengantikan model pendekatan Nederlando-Sentris menjadi pendekatan Indonesia-sentris.
b.Gelombang pemanfaatan ilmu social dalam sejarah yang dipelopori oleh Sartono Kartodirdjo.
c.Gelombang reformasi sejarah, berupa pelurusan terhadap hal-hal yang kontrovesial dalam sejarah yang ditulis semasa Soeharto berkuasa. Ada

Beberapa ciri dari gelombang reformasi sejarah ini, yaitu :
a.Penerbitan “sejarah terlarang” pada masa sebelumnya. Berbagai kelompok yang menjadi korban Orde Baru berusaha mengoreksi sejarah mereka yang dulu dianggap buruk. Misalnya, pihak purnawirawan AURI menerbitkan buku “ Menyingkap Kabut Halim 1965 “. Pada masa ini sejarah berfungsi sebagai kritik social.
b.Penerbitan sejarah akademis yang kritis. Pada gelombang ini, berbagai skripsi , tesis, dan disertasi tentang peristiwa sejarah diterbitkan. Misalnya, disertasi Saskia Eleonora Wieringa tentang Gerwani yang ditulis di Belanda dan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi “ Penghancuran Gerakan Perempuan di Indonesia “.
c.Penerbitan biografi tokoh terbuang seperti : “Pleodoi Kolonel A. Latief “ yang menuduh keterlibatan Suharto dalam peristiwa G 30 S / PKI.

Sejarah adalah ilmu mengenai waktu. Artinya bahwa sejarah berbicara mengenai kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau yang terjadi di dalam ruang dan waktu tertentu. Dapat dikatakan bahwa konsep mengenai waktu merupakan aspek yang sangat penting dalam sejarah.

Dalam hubungannya dengan ilmu sejarah, gagasan mengenai waktu membicarakan 4 hal pokok yaitu :
•Perkembangan. Aspek perkembangan terjadi dalam waktu. Dalam hubungannya dengan sejarah dapat dikatakan bahwa sejarah masyarakat atau seseorang dapat berkembang dari suatuwaktu di masa lampau ke waktu yang lain. Biasanya perkembangan itu terjadi sebagai perubahan dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang kompleks. Contohnya : Perkembangan demokrasi di Amerika Serikat.
•Kesinambungan. Aspek kesinambungan terjadi di dalam waktu. Dalam hubungannya dengan sejarah, aspek kesinambungan menyatakan bahwa masyarakat baru hanya melakukan adopsi dari lembaga-lembaga lama. Misalnya aspek kesinambungan dalam kolonialisme. Sebetulnya kolonialisme merupakan kelanjutan dari patrimonialisme.
•Pengulangan. Aspek pengulangan ini mau mengatakan bahwa peristiwa yang terjadi di masa lalu terulang kembali.
•Perubahan. Aspek perubahan ini mau menngatakan bahwa masyarakat atau peristiwa yang menjadi objek kajian sejarah dapat dilihat sebagai yang mengalami perubahan, jadi masih ada hubungannya dengan aspek perkembangan. Walaupun demikian , keduanya memiliki perbedaan yang mendasar. Perkembangan tidak mengenal adanya pengaruh dari luar, sementara perubahan suatu masyarakat justru terjadi karena adanya pengaruh dari luar. Contohnya : Gerakan kaum Padri di Sumatera Barat yang menentang kaum Adat mendapat pengaruh dari Gerakan Wahabi dari Arab.

Dari uraian mengenai waktu tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan :

1.Sejarah sebagai ilmu berhubungan dengan peristiwa peristiwa di masa lampau. Hal ini disebut fakta sejarah yang kemudian dipelajari dan ditafsir oleh ahli sejarahdari sudut pandang atau perspektif serta mengunakan metode pendekatan tertentu. Jelaslah bahwa fakta sejarah bukanlah sesuatu yang bersifat statis. Fakta sejarah selalu mengalami perkembangan dan perubahan.
2.Perubahan atau perkembangan ini selalu disebabkan oleh sesuatu yang lain, seperti : sipengaruhi oleh aspek perkembangan atau dipengaruhi dari luar seperti aspek perubahan.
3.Aspek perubahan ini biasanya disebut aspek berkelanjutan ( continuity ). Meskipun demikian dalam perkembanngan atau perubahan tetap ada aspek yang tidak berkelanjutan ( discontinuity )
4.Karena sejarah berusaha memahami peristiwa-peristiwa sejarah di masa lampau yang terjadi di dalam ruang dan waktu tertentu maka sejarah mau tidak mau membuat pembabakan atau priodisasi berdasarkan urutan waktu ( kronologi ) kapan terjadinya peristiwa tersebut. Pembabakan atau priodisasi sejarah dibuat dengan tujuan untuk memahami suatu kejadian sejarah tertentu

Sejarah sebagai ilmu memiliki metode pendekatan tertentu yang khas dan membedakannya dari metodologi-metodologi ilmu yang lain. Menurut Peter Burke (2001), sejarah seharusnya mengikuti metode-metode ilmu-ilmu social lainnya dan tidak terpaku pada hanya manngamati hal-hal yang khusus dan yang tidak dapat diulang dan kemudian membeberkannya lagi. Ada 5 metode ilmu sejarah yang penting yaitu :

Dalam bidang ilmu social, metode komparasi pertama kali dikenalkakn oleh Emile Durkheim ( 15 April 1858-13 November 1917 ), seorang sosiolog Prancis. Inti dari metode komparasi adalah studi mengenai sejarah suatu bangsa atau seseorang dapat dilakukan dengan membandingkannya dengan sejarah masyarakat/bangsa atau sejarah orang lain.. dengan metode komparasi seseorang sejarawan dapat mengunggkapkan hal-hal yang tidak ditemukan dalam sejarah suatu masyarakat karena ia membandingkannnya dengan sejarah masyarakat lain. Metode komparasi dalam ilmu sejarah dipakai untuk menemukan hal-hal yang bersifat umum atau aspek-asp[ek yang mirip atau memiliki kesamaan sejarah dengan masyarakat lain.

Pendekatan model dipahami sebagai sebuah kontruksi intelektual yang menyederhanakan realitas una menekankan hal-yang disajikan dalam bentuk sekumpulan cirri dasar dan atribut. Artinya kalau kita memahami suatu peristiwa tertentu di masa lampau, pendekatan model atau tipe mambantu kita mengidentifikasikan hal-hal mana yang berulang dan hal-hal mana yang tetap, dan mengapa terjadi demikian. Contohnya : Jika kita memahami sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, kita akan menemukan bahwa solidaritas masyarakat atau perasaan sebagai bangsamakin tumbuh dan brkembang ketika bangsa Indonesia berhadapan dengan perlakuan sewenang-wenang dari pemerintahan belanda. Solidaritas social dan nasionalisme disini merupakan sebuah model untuk menjelaskan peristiwa sejarah gerakan dan perlawanan bangsa Indonesia menentang penjajahan.

Metode ini sudah lama dikenal dalam ilmu social sejak abad ke-18 di Prancis yang ditandai dengan dipublikasikannya harga gandum diberbagai kota di Negara ini. Metode kuantitatif berhubungan dengan data-data yang dinyatakan dalam angka-angka, grafik, diagram, statistic. Masalahnya apakah sejarah dapat memakai pendekatan ini ? . Sejak abad ke-19, sejarawan sudah mengenal metode pendekatan ini. Gilberto Freyre, seorang sejarawan Brasil merupakan sejarawan yang pertama mengunakan metode ini dalam pemahaman sejarah. Untuk menulis sejarah Brasil, ia mengirimkan seribu angket kepada orang-orang yang masih hidup dan menjadi saksi sejarah selama tahun 1850-1900.

Dengan metode ini sejarawan era 1950-1960 berusaha memahami sejarah dari jarak yang jauh (tidak melibatkan diri dengan fakta dan data sejarah). Namun tahun 1970-an, sejarawan mulai mendekatkan diri dengan masyarakat atau fakta yang hendak diteliti. Selain aspek kedekatan dengan data atau fakta sejarah yang ditonjolkan juga ditekankan bahwa peneliti sejarah memfokuskan diri pada masyarakat yang sengaja dipilih dan dapat menjelaskan keadaan masyarakjat secara umum. Alasannya mengapa sebuah kasus atau seseorang atau sebuah data dan fakta sejarah dipilih dan dianalisis yaitu : untuk menjelaskan kejadian yang lebih besar adalah bahwa sebuah kasus mungkin dipilih karena memang luar biasa atau mampu mengambarkan keadaan masyarakat pada umumnya.

Dengan metode ini diharapkan bahwa objek-objek sejarah hendak dimengerti dengan cara dipahami. Metode ini tidak hanya memberikan tempat bagi sejarawan untuk menafsirkan kejadian –kejadian di masa lampau berdasarkan persektif atau horizon tertentu, tetapi kesadaran bahwa apa yang ditangkap atau dipahami mengenai masa lalu sebenarnya hanya sebagian kecil dari data-data yang diperoleh, sementari sebagian besar lainnya hilang. Dengan kesadaran demikian sejarahwan kemudian tidak akan memutlakan pemahamannya mengenai masa lalu sebagai satu-satunya penjelasan karena kesadaran bahwa pembicaraan atau penafsiran mengacu kepada sejumlah kecil data-data yang tersedia. Dan dalam kehidupan masa lampau tidak dapat dihadirkan kembali secara penuh apa adanya. Contonya : masalah gerakan 30 S/ PKI tahun 1965. Denngan pendekatan kualitatif seorang sejarahwan tidak dapat memaksakan pendapatnya bahwa PKI merupakan satu-satunya dalang. Dia terbuka kepada fakta dan pendapat lain dan mencoba memahaminya secara lebih terbuka.



Kegunaan Sejarah Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Apakah manfaat kita mempelajari sejarah ? . Mengenai manfaat mempelajari sejarah ini Prof. Kuntowijoyo (2001) membedakannya menjadi manfaat interistik dan ekstrinsik. Secara intristik, sejarah berguna sebagai pengetahuan, artinya dengan mempelajari sejarah kita memperoleh pengetahuan mengenai peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Secara ektrinsik sejarah dilihat sebagai ilmu yang dapat menyumbangkan sesuatu diluar dirinya.

Ada empat manfaat sejarah secara interinsik yaitu :
a. Sejarah sebagai ilmu. Sejarah bersifat terbuka, artinya sejarah dapat dipelajari oleh siapa saja, bahkan siapa saja dapat menulis sejarah. Ada satu yang diminta yaitu harus bersifat objektif. Selain itu bersifat terbuka adalah kerjasama antara disiplin ilmu sejarah dengan ilmu yang lain.

b. Sejarah sebagai cara mengetahui masa lampau.
c. Sejarah sebagai pernyataan pendapat.
d. Sejarah sebagai profesi.

Yang dimaksud dengan manfaat eksterinsik adalah sejarah memiliki manfaat di luar dirinya sendiri, artinya dengan mempelajari sejarah kita hanya memiliki pengetahuan (manfaat intristik), tetapi juga bahwa pengetahuan tersebut dapat diterapkan bagi kepentingan atau kemajuan masyarakat. meliputi :
•Sejarah sebagai pendidikan moral. Dengan mempelajari sejarah kita dapat menarik pesan moral tertentu dari suatu peristiwa atau tokoh sejarah. Dengan mempelajari sejarah pergerakan nasional banyak menyatakan kepada kita nilai-nilai moral seperti benar dan salah, baik dan buruk, cinta dan benci, berhak dan tidak berhak, merdeka dan terjajah, keberanian, ketegasan dalam mengambil sikap, dan sebagainya. Dengan nilai-nilai ini pula kita dapat mengambil sikap sekaligus mengeritik penjajahan yang terjadi di Indonesia. Atau dengan mempelajari tokoh-tokoh tertentu kita dapat menjadikannya sebagai model hidup kita.

•Sejarah sebagai pendidikan penalaran. Mempelajari sejarah membantu kita memiliki pengetahuan yang luas supaya kita dapat memahami persoalan-persoalan yang kita hadapi secara lebih luas pula, jadi tidak melulu hitam putih (monokausal). Selain itu, harus diingat bahwa menjadi sejarahwan ternyata menuntut seseorang untuk menjadi penyabar karena peristiwa sejarah yang dihadapi memang tidak dapat dipaksa atau ditolak

•Sejarah sebagai pendidikan politik. Penulisan sejarah tidak lain adalah upaya untuk mengumpulkan dan merefleksikan kepingan-kepingan fakta sejarah sehingga menjadi bermakna. Kita mempelajari tulisan yang telah direfleksasikan ini akan memiliki kesadaran tertentu, misalnya tentang bagaimana Negara Indonesia dibentuk dengan tetesan keringat darah dan air mata. Dengan mempelajari sejarah kita juga memiliki kesadaran politik politis tertentu. Misalnya, pembagian masyarakat kedalam golongan orang Eropa, kelompok orang Cina dan timur Jauh yang menguasai ekonomi dan kelompok pribumi yang petani dan miskin tidak bisa tidak menimbulkan sikap politik didalam diri kita, bahwa perlakuan semacam ini adalah ketidakadilan. Di sini teks sejarah telah membuat kita menyikapi sesuatu peristiwa dari sudut pandang politik.

•Sejarah sebbagai pendidikan kebijakan. Dewasa ini semakin disadari bahwa pengambilan keputusan dan kebijakan-kebijakan tertentu tidak bisa tidak memperhatikanrefleksi sejarah. Misalnya, masalah Otonomi Daerah yang sangat gencar digalakan dewasa ini. Persoalannya, apakah pelaksanaan Otonomi daerah ini tidak memperhatikan atau menjadikan praktek-praktek desentralisasi di masa lampau sebagai masukan pemikiran ?. Di bidang ekonomi juga sama. Sekarang ini semakin dianggap penting bagi kebijakan di bidang perpajakan misalnya, tidak bisa tidak memperhatikan dimensi dari sejarah ekonomi secara keseluruhan.

•Sejarah sebagai pendidikan perubahan. Perubahan menjadi hal yang niscaya dalam hidup manusia. Perubahan berarti peralihan dari masa kini ke masa depan tetapi dengan selalu menyisahkan fakta-fakta atau peristiwa-peristiwa tertentu sebagai masa lampau. Selain itu, di dalam perubahan itu ada tokoh atau komunitas. Mempelajari sejarah berarti juga mempelajari fakta-fakta sejarah yang mengalami perubahan, fakta-fakta sejarah yang tidak berubah, dan bagaimana komunitas menyingkapi perubahan. Bagi seorang pemimpin masyarakat atau Negara aspek sejarah sebagai perubahan ini akan menjadi sangat penting dipelajari, terutama ketika ia harus mengambil sikap-sikap politik tertentu atau menelorkan kebijakan-kbijakan tertentu yang berhubungan dengan kehidupan orang banyak.

•Sejarah sebagai pendidikan masa depan. Dengan metode pendekatan komparatif kita sebetulnya sejarah sebagai sebuah pendidikan masa depan. Artinya kita mempelajari sejarah Negara lain yang sudah maju sebagai rujukan bagi rencana dan siasat masa depan bangsa kita. Dari Inggris dan amerika misalnya, kita belajar bagaimana proses industrialisasi telah merusak banyak lingkungan social dan fisik, tetapi juga meningkatkan jaminan social dan menghilangkan proletariat. Dari Jepang kita bisa belajar bagaimana dalam proses industrialisasi, industri-industri besar tidak harus mengalahkan atau menyisihkan usaha-usaha kecil.

•Sejarah sebagai pendidikan keindahan. Dimensi afektif penting dalam pendidikan sejarah. Artinya, mempelajari sejarah membangkitkan emosi kita mengenai suatu peristiwa tertentu. Dan ini sangat ditentukan oleh identifikasi peran atau pengerahan emosi untuk menempatkan diri dalam suatu konteks histories tertentu di masa lampau, identifikasi diri dengan dengan tokoh sejarah dan sebagainya. Aspek imajinasi juga sangat memainkan peran.

•Sejarah sebagai ilmu Bantu. Mempelajari sejarah ternyata dapat menjadi ilmu Bantu yang baik bagi ilmu-ilmu lainnya. Di bidang politik misalnya, pertanyaan mengenai mengapa di Indonesia selama masa Orde Baru hanya diperbolehkan tiga partai peserta Pemilu, padahal dalam Pemilu tahun 1955 terdapat 4 partai besar ditambah 28 partai lainnya ? Tinjauan sejarah dapat membantu analisis politik mengenai kepentingan penguasa dalam mengontrol perkembangan partai-partai politi.

•Sejarah sebagai latar belakang. Pemahaman atau pengetahuan kesejarahan dapat menjadi latar belakang yang sangat membantu dalam profesi. Misalnya saja kita bekerja di sebuah LSM yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan. Kita dapat bekerja dengan baik kalau kita mengetahui seluk beluk gerakan perempuan dalam sejarah

•Sejarah sebagai bukti. Sejarah berhubungan dengan data dan fakta yang telah terjadi. Lebih akurat lagi jika data dan fakta tersebut tertulis, disimpan, dan sekarang masih dapat diakses. Ini semua dapat menjadi bukti mengenai sesuatu yang telah terjadi sebagai yang sungguh-sumgguh terjadi.


UJI KOMPETENSI 2

A. Pilihan Ganda (Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat
1. Pengklasifikasian peristiwa sejarah dalam tahapan atau pembabakan
tertentu disebut …
a. Kronik d. Priodisasi
b. Simplifikasi e. Kronologi
c. Sointifikasi

2. Untuk menghindari anakronisme atau kerancuan waktu dalam sejarah
merupakan tujuan ....
a. Simplifikasi d. Kronologi
b. Priodisasi e. Kronik
c. Saintifikasi

3. Urutan peristiwa yang disusun berdasarkan waktu terjadinya peristiwa
disebut
a. Kronik d. Priode
b. Kronologi e. Saintifikasi
c. Priodisasi

4. Salah satu cara yang baik dalam menunjukkkan tatanan kronologis
terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi adalah penggunaan…
a. kronik
b. garis waktu
c. saintifikasi
d. periodisasi
e. kronologi

5. Pembagian masa sejarah berdasarkan raja-raja yang memerintah di suatu
daerah merupakan priodisasi berdasarkan perkembangan…
a. politik
b. social dan ekonomi
c. kebudayaan
d. agama
e. pendidikan

6. Tujuan dari adanya konsep priodisasi dalam sejarah adalah…
a. mempermudah pemahaman sejarah
b. mempengaruhi berbagai peristiwa sejarah
c. mengelompokan peristiwa-peristiwa sejarah
d. menunjukan bukti adanya peristiwa sejarah
e. memahami perkembanngan-perkembangan sejarah

7. Dalam mempelajari sejarah diperlukan konsep kronologi, dengan tujuan…
a. mengelompokan berbagai peristiwa sejarah
b. menyeleksi berbagai peristiwa sejarah
c. mengungkapkan terjadinya suatu peristiwa
d. membuat urutan-urutan peristiwa sejarah berdasarkan tahun
kejadiannya
e. menetapkan suatu peristiwa sejarah menjadi tonggak sejarah

8. Secara positif sejarah dapat dipahami dalam beberapa sudut pandang
atau tilikan berikut ini, kecuali…
a. sejarah adalah ilmu tentang manusia
b. sejarah adalah ilmu mengenai waktu
c. sejarah adalah ilmu mengenai sesuatu yang mempunyai makna social
d. sejarah adalah ilmu mengenai segala sesuatu yang terjadi pada masa
lampau
e. sejara adalah ilmu tentang sesuatu yang tertentu, satu-satunya dan
terinci

9. Metode pendekatan studi kesejarahan yang membandingkan studi sejarah
suatu masyarakat dengan masyarakat atau sejarah masyarakat lain disebut
sebagai metode…
a. komparasi
b. kuantitatif
c. kegunaan model
d. kualitatif
e. mikroskop social

10. Sejarah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, karena…
a. sejarah mempelajari peristiwa masa lalu manusia
b. peristiwa sejarah harus diproses oleh manusia
c. sejarah berkembang di sekitar kehidupan manusia
d. peristiwa sejarah tidak akan pernah berhenti
e. sejarah berhubungan dengan data dan fakta

11. Setiap bangsa adalah entitas yang memiliki sejarah sendiri, yang
memahami sejarahnya dalam konfrotasi dengan bangsa lain. Pandangan
mengenai sejarah seperti ini dikemukakan oleh …
a. Kuntowijaya
b. Taufik Abdullah
c. Leopold Von Ranke
d. Aristoteles
e. Peter Bellwood

12. Sejarah bersifat post factum. Maksud dari ungkapan ini adalah…
a. penelitian dan penulisan sejarah dimulai sebelum terjadinya suatu
peristiwa atau kejadian.
b. penelitian dan penulisan sejarah dimulai setelah terjadinya suatu
peristiwa atau kejadian.
c. penelitian dan penulisan sejarah dimulai bersamaan dengan terjadinya
suatu peristiwa atau kejadian.
d. sejarah tidak ada hubungannya dengan fakta.
e. fakta sangat mempengaruhi sejarah.

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini secara singkat dan jelas!

1. Jelaskan maksud dari “aspek berkelanjutan”(continuity) dan “aspek tidak
berkelanjutan” (discontinuity) dalam ilmu sejarah, terutama dalam
hubungannya dengan sejarah sebagai ilmu yang mempelajari masa
lampau dalam ruang dan waktu tertentu !
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................


2. Jelaskan pengertian periodisasi dan kronologi dalam sejarah !

...................................................................................................................
....................................................................................................................
....................................................................................................................
....................................................................................................................
....................................................................................................................
....................................................................................................................

3. Sebutkan 3 fase perkembangan historiografi Indonesia !
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................

4. Bedakan antara metode komparasi dengan metode kegunaan model atau
tipe dalam metodelogi ilmu sejarah !
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
.....................................................................................................................

5. Sebutkan dan jelaskan 4 manfaat intristik dari mempelajari sejarah !
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
....................................................................................................................


C. Tugas.
3. Carilah situs sejarah masa lampau dari majalah atau internet ! Buatlah uraian mengenai fungsi situs tersebut sebagai sebuah pendidikan keindahan dalam ilmu sejarah ! Analisis detail yang ada pada situs tersebut yang dapat menjadi pendidikan buat anda !





BAB 2

TRADISI MASYARAKAT PRA-AKSARA DAN MASA AKSARA
Setelah mempelajari kegiatan 1 modul ini, Anda dapat:
1. menggambarkan tentang tradisi masyarakat Indonesia masa pra-aksara;
2. Menjelaskan tradisi masyarakat Indonesia masa aksara.


Apakah Anda sudah memahami tentang kegunaan kita mempelajari sejarah. Untuk lebih meningkatkan pemahaman Anda tentang sejarah, alangkah baiknya kalau Anda memahami tentang bagaimana kehidupan masyarakat Indonesia pada masa pra-aksara dan masa aksara.

Guna mengetahui bagaimana kehidupan masyarakat Indonesia masa pra-aksara dan aksara, maka yang harus diperhatikan adalah pengertian tentang apa itu tradisi, selain itu kita harus memahami bagaimana perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia seperti yang terdapat pada uraian materi berikut ini.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI:20), tradisi adalah adat kebiasaan turun temurun dari nenek moyang yang masih dijalankan atau dipraktekan oleh masyarakat. Misalnya pada masyarakat Jawa mengenal tradisi Tehdak Siti, dimana pada usia tujuh bulan seorang anak untuk pertama kalinya dijejakkan kakinya ke bumi. Praktek ini sudah ada sejak lama, bahkan jauh sebelum kedatangan agama Islam di Pulau Jawa. Sebelum kedatangan Islam, tradisi ini dimaksudkan sebagai cara memperkenalkan bayi kepada induk besar yaitu bumi pertiwi. Setelah Islam masuk, tradisi ini dimaksudkan untuk penyerahan diri kepada Allah yang diikuti dengan pembacaan doa dan permohonan perlindungan akan masa depan anak.


Pada awalnya, kehidupan dan kebudayaan manusia di Nusantara sangat sederhana dan belum mengenal tulisan. Zaman ketika masyarakat Indonesia belum mengenal tulisan di sebut zaman pra-aksara. Zaman ini berlangsung sejak manusia ada sampai manusia mulai mengenal tulisan dalam kehidupan budayanya. Masyarakat pra-aksara meninggalkan benda-benda kebudayaannya dan mewariskan kepada anak cucunya, yaitu berupa alat-alat dari batu, tulang, logam, dan lukisan-lukisan yang terdapat pada dinding goa. Karena masyarakat pra-aksara belum mengenal tulisan maka para peneliti hanya meneliti benda-benda tersebut untuk merekontruksikan cara hidup, di mana, dan bagaimana kehidupan mereka. Dengan demikian inilah, para peneliti membuat penafsiran atau perkiraan tentang kehidupan pada masa lalu.
Peninggalan jejak-jejak sejarah masa lampau menjadi komponen penting dalam usaha menuliskan sejarah kehidupan manusia. Jejak tersebut mengandung informasi yang dapat dijadikan bahan penulisan sejarah dan akan disampaikan dari generasi ke generasi berikutnya. Jejak histories menurut para ahli memiliki informasi tentang kejadian-kejadian bersejarah. Jejak histories terdiri dari : Jejak histories berujud benda yaitu berupa tradisi di masa kuno yang meliputi :


Pada zaman ini manusianya hidup dari mengumpulkan makanan (food gathering), berpindah-pindah (nomaden), dan belum mapu menguasai alam. Kebudayaan mereka disebut kebudayaan Pacitan dan Ngandong. Alat-alat yang dihasilkan masih terbuat dari batu-batu yang masih kasar, sehingga disebut kebudayaan batu (stone culture). Alat-alat yang dihasilkan berupa : chopper (kapak penetak), pebble (kapak genggam), alat dari tulang (bone culture), flakes, dan chalcedon.

Pada masa ini kehidupan masyarakatnya sudah setengah menetap (semi sedenter) dengan bertempat tinggal di goa-goa ( Abris saus roche ) ataupun di tepi pantai (kjokkenmondinger). Manusianya hidup dari mengumpulkan makanan dan bercocok tanam sederhana. Alat yang dihasilkannya adalah : pebble, kapak pendek, dan batu pipisan. Pada masa ini masyarakatnya sudah mengenal seni melukis di goa-goa.

Pada masa ini manusianya sudah bertempat tinggal tetap (sedenter), dan hidupnya sudah menghasilkan makanan sendiri ( food producing).

Pada masa ini masyarakatnya sudah menghasilkan bangunan yang terbuat dari batu besar yang berhubungan dengan konsep kepercayaan.

Pada zaman ini masyarakatnya sudah menghasilkan peralatan yang terbuat dari logam.


Pada masyarakat yang belum mengenal tulisan, pewarisan ingatan tentang tradisi masa lampau dilakukan melalui tradisi lisan dari satu generasi ke generasi lain. Karya-karya dalam tradisi lisan dikenal sebagai bagian dari folklor, pepatah, tembang, mitos, legenda, dongeng dan diwariskan sebagai milik bersama serta sebagai simbol indentitas bersama. Dalam pandangan sejarah modern tradisi lisan dianggap tidak mengandung nilai sejarah akan tetapi bagi masyarakat tradisional semua itu dianggap sebagai suatu yang benar terjadi. Ada kalanya kisah sejarah yang disalurkan lewat tradisi lisan, akan tetapi karena adanya imajinasi dan fantasi dari pencerita, fakta sejarah menjadi kabur.
Ciri-ciri tradisi lisan, antara lain adalah :
1.pesan-pesan yang disampaikan secara lisan, baik melalui ucapan, nyayian, ataupun musik
2.Tradisi lisan berasal dari generasi sebelum generasi sekarang. Hal ini menunjukkan fungsi pewarisan pada tradisi lisan
Ciri-ciri tersebut terdapat dalam berbagai jenis tradisi lisan seperti petuah, kisah perorangan, dongeng, dan sebagainya.

PERMAINAN RAKYAT
Permaianan rakyat sebetulnya merupakan bagian dari foklore yang disebarluaskan melalui tradisi lisan masyarakat pemiliknya. Ada permainan rakyat untuk orang dewasa dan untuk anak-anak. Dari sifatnya, ada permainan rakyat untuk bermain dan untuk bertanding. Ada juga permainan rakyat berdasarkan gerak tubuh, misalnya lari, lompat, berkelah, dan sebagainya.
Permainan rakyat dapat memiliki beberapa sifat sekaligus. Misalnya permainan berayun ada masyarakat Toraja memiliki dua aspek yaitu : pada orang toraja Timur sebagai hiburan semata, sedangkan pada orang toraja di daerah pada Seko sebagai upacara yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap dewa atau roh di langit. Contoh lain adalah ; bambu gila dari Maluku, tinju air di kalimalang (Jakarta), mengadu jangkrik di Bali, dan sebagainya.

PANTUN
Pantun merupakan bentuk puisi lama yang sangat digemari banyak kalangan, baik tua maupun muda. Pantun sebenarnya berarti umpama atau ibarat. Pantun merupakan bentuk ikatan masyarakat sebelum mngenal tulisan. Biasanya tidak diketahui siapa pengarang pantun. Seorang pemuda yang sedang jatuh cinta dengan seorang gadis dapat menyatakan isi hatinya lewat pantun. Anak-anak yang sedang bermain dapat juga menyatakan maksudnya lewat pantun. Demikian juga orang tua dapat memberikan nasehatnya melalui pantun. Pantun tersebar luas oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.
Contoh Pantun :
Karena apa binasa pandan, kalau tidak karena paku
karena apa binasa badan, kalau tidak karena laku

Burung merpati burung kesayangan
Melayang terbang atas angkasa
Bunga melati atas jambangan
Boleh kumbang hinggap di sana


Masyarakat sebelum mengenal tulisan dapat mewariskan tradisi sejarah mereka melalui cerita rakyat. Cerita rakyat dapat mewariskan tradisi sejarah mereka melalui cerita rakya. Cerita rakyat berkembang dan dituturkan secara lisan di masyarakat. Cerita rakyat dapat meliputi :

1.Dongeng. Adalah cerita rakyat yang isinya khayalan semata-mata. Cerita ini sering dihubungkan dengan kejadian-kejadian alam. Meskipun merupakan cerita khayalan, dongeng tetap mengandung pesan-pesan tertentu yang mau disampaikan kepada penggemarnya
2.Hikayat. Adalah jenis cerita rakyat mengenai kehidupan istana raja-raja yang indah-indah yang dikelilingi oleh putri-putri yang cantik dan putra raja serta hulubalang yang sakti dan berjiwa patriot. Cerita-cerita mengenai kehidupan seputar istana raja dituturkan sedemikian rupa sehingga bercampur dengan unsur-unsur yang tidak masuk akal. Contohnya : hikayat Hang tua, hikayat Si Miskin.
3.Tambo adalah jenis cerita rakyat yang berisi silsilah atau asal usul keturunan raja, tetapi ceritanya dikacaukan sehingga tidak ada urutan waktu atau kronologi yang jelas. Seringkali juga silsilah kerajaan itu dihubungkan dengan tokoh-tokoh terkenal tertentu yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan silsilah itu sendiri.
4.Epos adalah cerita rakyat yang menyatakan kepahlawanan. Isinya mengenai keberanian, kegagahan, dan kepahlawanan tokoh-tokoh tertentu. Pesan yang disampaikan : kejahatan pantas dikalahkan oleh kebaikan. Contoh : Epos Mahabrata dan Epos Ramayana.

5. ARGOT
Adalah salah satu jenis bahasa rakyat dengan seperangkat istilah dan ungkapan yang dimiliki dan dipergunakan oleh masyarakat tertentu dalam lingkungan sendiri. Argot merupakan bahasa rahasia suatu kelompok sosial sehingga sering tidak dimengerti oleh kelompok lain. Tujuannya adalah untuk menyamarkan arti sehingga tidak diketahui oleh orang lain. Karena itu argt bersifat musiman, cepat hilang, dan dilupakan.
Contoh argot yang dikenal di kalangan penjahat atau pencopet di jakarta adalah istilah ”Jengkol”, ”Rumput”, dan ”Kapal” untuk menyebutkan kacamata, polisi dan sandal. Kepada sesama pencopet mereka akan mengatakan ”awas ada rumput” bila ada razia, dan sebaliknya menyebutkan jengkol untuk mengisyaratkan adanya kacamata yang akan dijambret.

7. KEPERCAYAAN
Adalah bentuk kepercayaan rakyat yang dikenal oleh hampir seluruh suku bangsa. Jenis takhayul ada bermacam-macam berkaitan dengan daur hidup manusia, alam gaib, alam semesta, dam lain-lain.

FOLKLORE
Berasal dari bahasa Inggris yaitu Folk dan Lore.
Folk : Sekelompok orang yang memiliki ciri fisik, sosial dan kebudayaan khusus sehingga dapat dibedakan dari kelompok lain.
Lore : tradisi dari folk yang diwariskan secara turun temurun secara tradisional secara lisan atau contoh dengan gerak isyarat
Folklore : kebudayaan suatu kelompok yang diwariskan secara turun temurun secara tradisional baik dalam bentuk lisan maupun contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat bantu ingatan


Ciri-ciri Folklore adalah :
1. Penyeberan dan pewarisannya dilakukan secara lisan
2. Bersifat tradisional
3. Berkembang dalam versi yang berbeda
4. Bersifat anonim
5. Mempunyai bentuk berpola
6. Mempunyai manfaat
7. Bersifat pralogis
8. Menjadi milik bersama
9. Pada umumnya bersifat polos dan lugu

Jon Harold Brunvant membagi Folklore menjadi :

1.Folklore lisan, yaitu folklore yang bentuknya murni lisan. Yang termasuk kedalam folklore murni lisan adalah : bahasa rakyat ( logat, julukan, pangkat tradisional, dan title tradisional ), Ungkapan Tradisional ( pribahasa, pepatah, dan pameo ), pertanyaan tradisional ( teka-teki ), Puisi Rakyat ( pantun, gurindam, dan syair ), dan Cerita Prosa ( mite, legenda, dan dongeng )
2.Folklore sebagian lisan, yaitu campuran antara lisan dengan bukan lisan. Yang termasuk kedalam folklore ini adalah : kepercayaan rakyat, permainan rakyat, teater rakyat, tari rakyat, adat istiadat, upacara, dan pesta rakyat.



Gambar 1. Lonba Bidar Di sungai Musi
3.Foklore bukan lisan, yaitu bentuknya bukan lisan walaupun cara pembuatannya diajarkan secara lisan. Foklore ini dibagi dua yaitu : 1) folklore material terdiri dari arsitektur rakyat, kerajinan tangan rakyat, makanan dan minuman rakyat, pakaian dan perhiasan rakyat, dan obat-obat tradisional ; 2) folklore bukan material terdiri dari gerak isyarat tradisionaldan bunyi isyarat ( kentongan dan musik rakyat).


Gambar 2. Lemari Ukir palembang


Gambar 4. Kerajinan Songket Palembang


Menurut William R. Bascom, Foklore memiliki 4 fungsi yaitu
1.Sebagai system proyeksi. Di Indonesia ada dongeng Bawang Putih dan bawang Merah dari Betawi atau dongeng Joko kendil dari Jawa tengah dan Jawa Timur. Menurut Psikoanalissis, kedua dongeng tersebut merupakan proyeksi angan-angan terpendam dari remaja kalangan miskin untuk dapat hidup senang karena menikahi kelompok masyarakat kaya.
2.Sebagai alat pengesahan budaya. Sebagai alat pengesahan budaya, folklore dapat terbentuk dalam adapt kebiasaan, misalnya tercermin dalam dongeng cecak yang menghianati Nabi Muhammad SAW. Legenda ini tetap hidup di masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur yang menjadi alasan yang membenarkan anak-anak kampong membunuh cecak berwarna kelabu dengan sumpitan pada setiap Jum’at Legi.
3.Sebagai alat Pendagogik. Contohnya peribahasa Minangkabau “ sehari selembar Benag Lama-lama Menjadi selembar Kain “. Peribahasa ini mengandung pesan kepada anak-anak agar mereka panda mengatur waktu dalam pekerjaan, menyicil dalam mempelajari ilmu dan mengumpulkan kekayaan.
4.Sebagai alat pemaksa berlakunya norma-norma masyarakat dan pengendalian masyarakat. Contonya : peribahasa “ Pagar makan tanaman “ yang digunakan untuk menyindir alat Negara yang sering memeras rakyat yang seharusnya dilindungi.

MITOLOGI
Mitologi atau mite (myth) adalah ilmu yang memiliki bentuk sastra dan yang mengandung konsepsi serta dongeng suci mengenai kehidupan dewa dan mahluk halus disuatu kebudayaan atau prosa rakyat yang tokohnya para dewa atau mahluk setengah dewa. Mitologi atau mitos pada umumnya mengisahkan tentang terjadinya alam semeste, dunia, mahluk pertama, pertualangan para dewa. Mite ini sarat dengan peristiwa-peristiwa keajaiban yang jauh dari fakta sejarah. Oleh karena itu, seorang ahli antropologi harus mampu meninterprestasikan peristiwa-peristiwa tersebut. Dia harus mencari arti dibalik peristiwa itu dan indikasi-indikasi tertentu yang mengarah pada fakta sejarah. Mite dapat hidup secara lisan, dan apabila masyarakatnya sudah mengenal tulisan dapat juga secara tertulis.
Mite di Indonesia, berdasarkan asal usulnya ada dua macam, yaitu : mite asli yang berasal dari masyarakat indonesia dan mite yang berasal dari luar negeri. Mite asli Indonesia biasanya menceritakan tentang terjadinya alam semesta (Cosmogony), terjadinya para dewa (Patheon), tokoh kepahlawanan (culture hero), makanan pokok, contoh :
1. Mitologi Dewi Sri.
2. Mitologi Nyai Roro Kidul.
3. Mitologi Joko Tarub.
4. Mitologi Dewi Nawangwulan.
Mite yang berasal dari luar Indonesia, terutama dari india, arab dan negeri sekitar laut merah. Mite yang berasal dari luar ini biasanya diolah sehingga tidak terasa asing, contohnya : Ramayana, Mahabrata, Oedipus, dan romulus.

LEGENDA
Kisah dalam legenda sering mengalami penyimpangan dari kisah asli. Oleh karena itu untuk menggunakannya sebagai sumber sejarah harus dibersihkan dari sifat-sifat folklore.
Menurut Jan Harold, legenda dibagi :
a. Legenda keagamaan. Yang termasuk kedalam kelompok ini adalah legenda orang-orang sholeh dan suci dari suatu agama, misalnya : legenda Wali Songgo yang terdiri dari maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, sunan Bonang, sunan Giri, sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati, dan Sunan Muria.
b. Legenda alam gaib. Legenda ini biasanya berbentik kisah yang dianggap benar-benar terjadi dan pernah dialami oleh seseorang. Fungsinya untuk meneguhkan takhayul atau kepercayaan rakyat. Yang termasuk kedalam legenda ini adalah : legenda tentang pengalaman seseorang bertemu dengan mahluk halus, atau gejala alam yang gaib. Contohnya : di Bogor ada legenda tentang seorang mandor kebun Raya Bogor yang hilang saat bertugas. Menurut kepercayaan masyarakat, mandor tersebut hilang karena telah melangkahi setumpuk batu yang merupakan bekas pintu gerbang kerajaan Pajajaran.
c. Legenda Perseorangan. Legenda perseorangan adalah cerita tentang tokoh-tokoh tertentu. Cerita tersebut menurut sang empu cerita benar-benar terjadi. Contoh : legenda tokoh Panji di Jawa Timur. Panji merupakan seorang putra raja Kahuripan (Singasari) di Jawa Timur yang selalu kehilangan istrinya. Menurut Purbacharaka, legenda Panji berasal dari tradisi lisan. Kerap kali berintegrasi dengan dongeng Ande-ande Lumut dan dongeng Kethek Ogleng ( seorang pangeran yang disihir menjadi seekor monyet ).
d. Legenda setempat. Yang termasuk ke dalam golongan legenda setempat adalah cerita yang berhubungan dengan suatu tempat, nama tempat, dan bentuk topografi. Contoh legenda setempat yang berhubungan dengan nama suatu tempat adalah : legenda kuningan dan legenda tentang asal usul nama banyuwangi. Contoh legenda setempat yang berhubungan dengan bentuk topografi suatu tempat adalah : legenda Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu adalah suatu gunung yang terletak di daerah Jawa Barat dan berbentuk seperti perahu terbalik. Menurut orang sunda, perahu itu dibuat oleh Sangkuriang atas permintaan Dayang Sumbi, perempuan yang dicintainya tetapi ternyata adalah ibu kandungnya. Legenda Tangkuban Perahu disebut juga dongeng Sangkuriang. Legenda ini sangat menarik karena mengandung tipe Oedipus dengan motif parricide (pembunuhan terhadap ayah kandung ) dan Mother-Son Incest ( perkawinan sumbang antara seorang ibu dengan putra kandungnya).

UPACARA ADAT
Upacara-upacara adat yang berkembang di masyarakat biasanya didasari oleh keyakinan agama untuk kepercayaan upacara adat biasanya untuk mencari hubungan manusia dengan tuhan, dewa atau mahluk halus. Adakalanya upacara itu dilakukan terkait dengan legenda yang berkembang di masyarakat tentang asal usul keturunan.Contoh upacara yang dilakukan masyarakat Indonesia :

A. Upacara labuhan di Yogyakarta. Upacara Labuhan adalah upacara mengirimkan barang-barang dan sesaji untuk tempat-tempat yang dianggap keramat dengan maksud sebagai penolak bala dan keselamatan masyarakat. Upacara ini dilakukan di Yogyakarta, biasanya satu hari setelah penobatan raja dan ulang tahun raja. Upacara Labuhan dilakukan di tiga tempat, yaitu : di Parangkusumo, Gunung Lawu, dan gunung Merapi. Pemilihan tempat tersebut atas dasar pertimbangan pada zaman dahulu dipakai oleh raja Mataram untuk bertapa dan berhubungan dengan roh halus.

B. Upacara Garebek dan Sekaten Keraton Yogyakarta dan Upacara Panjang Jimat di Keraton Ciribon. Gerebek berarti pengawalan terhadap seorang pembesar, seorang raja, seorang pengantin wanita. Di Yogyakarta, upacara gerebek dilakukan tiga kali, yaitu : 1) pada hari kelahiran Nabi Muhammad (gerebek maulud tanggal 12 Maulud ). Upacara ini dilakukan di keratin Ciribon yang disebut dengan nama upacara Panjang Jimat ; 2) Hari raya Idul Fitri ( gerebek Pasa ) tanggal 1 Syawal ; 3) Hari Raya Idul Adha (gerebek besar).

C. Upacara Hari raya Sebagai Tradisi.
D. Adat dan tata cara penguburan
1. Di Jawa terdapat upacara Brobosan, yaitu menyusup dibawah usungan jenajah.
2. Di daerah Toraja jika orang meninggal diselenggarakan upacara besar-besaran sesuai dengan kedudukan social ketika ia hidup. Orang dianggap sudah meningggal jika sudah dilakukan upacara besar, yaitu upacara penguburan. Selama blum dilakukan upacara maka orang yang meninggal masih dianggap sakit dan diletakkan di ujung selatan Tongkonan, yaitu deretan rumah adapt. Selam itu orang yang mati masih mendapatkan sajian makanan, dikunjungi, diberi pakaian bagus, dan diletakkan dengan posisi berdiri.

3. Upacara Ngaben pada masyarakat Bali yang beragama Hindu. Upacara ini merupakan upacara pembakaran mayat. Pembakaran ini didasari pada kepercayaan bahwa manusia yang mati dapat menitis kembali, maka untuk mempercepat kesempurnaan jasad orang yang meninggal maka mayat tersebut harus dibakar.

4. Upacara Tiwah, terdapat pada masyarakat dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. Upacara Tiwah yaitu upacara pembakaran mayat secara besar-besaran. Biasanya sebelum dilakukan upacara ini mayat diletakan di dalam peti kayu yang berbentuk perahu yang dianggap sebagai pemakaman sementara. Beberapa tahun kemudian sanak saudara akan mengali kembali tulang belulang dan kemudian membakarnya dalam upacara pembakaran mayat. Abu dari pembakaran akan diletakkan disuatu bangunan yang disebut Sandung di perkarangan rumah. Sandung merupakan bangunan kayu yang tinggi yang diberi hiasan/ ukiran indah.

5. Upacara penguburan masyarakat Arfak ( Papua ). Masyarakat arfak percaya bahwa orang yang meninggal rohnya masih tinggal di alam sekitar tempat tinggalnya. Baru setelah beberapa tahun roh tersebut tinggal di gunung sebagai tempat suci.


NYANYIAN RAKYAT
Nyanyian rakyat merupakan satu bentuk folklore yang terdiri dari kata-kata dan lagu. Nyanyian rakyat berfungsi sebagai meninabobokan anak, untuk memberi semangat bekerja, contohnya : Rambate Ratahayu ( Sulawesi Selatan ), Holobis Kuntul Baris ( Jawa Timur ). Nyanyian rakyat juga berfungsi sebagai permainan dengan irama gembira dan kata-kata lucu, seperti : Baris Terik Ridhong Wudele Bodong dari jawa Tengah.


Selain tulisan-tulisan awal pada prasasti-prasasti yang menandai dimulainya zaman sejarah, masih banyak terdapat tradisi lain yang dimiliki bangsa Indonesia sebelum mengenal tulisan.

Bentuk tradisi tersebut antara lain :
1.Sistem Kepercayaan. Munculnya suatu kepercayaan biasanya dilatarbelakangi oleh kesadaran akan adanya jiwa yang bersifat abstrak. Di dalam pikiran manusia, jiwa tersebut ditransformasikan menjadi mahluk-mahluk halus atau roh halus. Mreka percaya mahluk tersebut tinggal disekitar mereka. Dalam kehidupan manusia, mahluk tersebut mendapatkan perlakuan istimewa dan tempat tinggal yang amat penting dalam kehidupan sehingga dijadikan sebagai objek-objek pemujaan. Sementara itu, suatu kepercayaan dapat juga muncul karena getaran jiwa atau emosi yang muncul karena kekaguman manusia terhadap hal-hal yang luar biasa. Kekuatan tersebut tidak dapat diterangkan oleh akal, dan berada diatas kekuasaan manusia. Kepercayaan manusia tidak hanya terbatas pada dirinya saja tetapi pada benda-benda dan tumbuhan-tumbuhan yang berada disekelilingnya. Dari keyakinan tersebut kemudian manusia menyadari bahwa mahluk halus atau roh halus berujud nyata dan memiliki sifat yang mendua, yaitu baik dan jahat. Dalam perkembangan berikutnya, keyakinan tersebut mendasari munculnya tokoh-tokoh dewa yang mempunyai sifat mendua. Dalam kehidupan keagamaan di Indonesia, kehidupan kepercayaan sudah berakar kuat. Praktek-praktek kepercayaan Animisme dan dinamisme dapat terlihat pada penyelenggaraan upacara yang berhubungan dengan kematian. Keyakinan akan adanya dunia arwah telihat pada penempatan mayat. Mayat pada umumnya diarahkan ketempat asal atau tempat bersemayangnya roh nenek moyang. Biasanya diyakini adalah arah matahari terbit dan terbenam dan tempat-tempat yang tinggi.

2.Sistem kesenian. Hasrat untuk mengekspresikan keindahan muncul ketika manusia mulai menetap di gua-gua. Ekspresi keindahan dituangkan dalam bentuk seni lukis dengan media dinding goa atau permukaan batu. Ketika manusia mulai menetap ekspresi keindahan bertambah variasinya. Kegiatan seni melukis di dinding goa sudah dilakukan manusia sejak zaman berburu dan meramu. Di Leang Pattae di sulawesi Selatan di temukan lukisan di dinding goa berupa cap-cap tangan dengan latar belakang cat merah dan seekor babi yang sedang melompat dengan panah menancap di jantungnya. Di goa di pulau Muna di daerah Sulawesi tengah, ditemukan lukisan manusia yang sedang menunggang kuda, memegang tombak, atau pedang, rusa, anjing, buaya, matahari, dan perahu layang.

3.Sistem kemasyarakatan. Sistem kemasyarakat mulai tumbuh setelah manusia bertempat tinggal menetap dengan bercocok tanam. Manusia mulai menetap dalam jumlah yang besar. Gotong royong disadari sebagai kewajiban yang mendasar. Demi menjaga hidup bersama yang harmonis manusia menyadari perlu adanya aturan-aturan yang disepakati bersama. Agar aturan tersebut ditaati maka ditentukan adanya tokoh berwibawa yang menjadi pemimpin. Tugasnya adalah menjamin terlaksananya kepentingan bersama. Pemilihan pemimpin ini dilakukan secara demokrasi. Pada masa ini dikenal juga sistem bersawah. Dalam sitem bersawah, sistem gotong royong diaktualisasikan. Pengaturan ini dilakukan dengan membuat pengaturan air atau irigasi. Pada masa perundagian sistem bersawah semakin berkembang mengingat sudah adanya spesialisasi dalam masyarakat. Selain itu nenek moyang kita sudah mengenal sistem macapat dalam hubungan sosial. Menurut J.L.A. Brandes, sistem macapat merupakan suatu tata cara yang didasarkan pada jumlah empat, dengan pusat pemerintahan berada ditengah-tengah wilayah yang dikuasainya. Pada pusat pemerintahan terdapat tanah lapang (alun-alun) dan diempat penjuru terdapat bangunan-bangunan yang penting seperti : keraton, tempat pemujaan, pasar, dan penjara.

4.Sistem pengetahuan dan teknologi. Pengetahuan tentang astronomi sangat penting dalam kehidupan nenek moyang, terutama pada saat berlayar dan pertanian. Pengetahuan astronomi mendorong kemampuan berlayar mengarungi lautan. Perahu bercadik merupakan model yang paling dikenal sejak masa prasejarah. Perahu ini dibuat dari sebatang pohin yang besar yang ditebang bersama, lalu dikupas kulitnya, kemudian dibuat rongga dengan cara pembakaran sedikit demi sedikit. Rongga dan tepian kayu kemudian dihaluskan dengan belung dan akhirnya diberi cadik dikedua sisinya. Pada perkembangannnya nenekmoyang kita mengenal teknologi perundagian yang terus berkembang sampai sekarang.

MASA AKSARA
Abad ke-4 Masehi bagi sejarah dan bangsa Indonesia mempunyai arti yang penting. Sejak abad itu bangsa Indonesia mulai mengakhiri masa pra-aksara dan memasuki masa aksara. Masa itu ditandai dengan muncul dan berkembangnya kemampuan mengenal aksara dan menulis. Kemampuan mengenal aksara dan menulis ini adalah akibat adanya kontak dengan kebudayaan India ( Hindu / Budha ). Bukti tertua tentang kemampuan menggunakan tulisan ini adalah ditemukanya batu bertulis ( prasasti ) yang tersebar dibeberapa daerah yang menggunakan huruf Pallawa dan berbahasa sangsekerta.
Dengan berkembangnya kemampuan menulis maka berkembang juga kemampuan masyarakat dalam merekam pengalaman hidupnya sehingga tradisi sejarah masyarakat pun semakin bertambah banyak.
Rekaman tertulis antara lain :
1. Prasasti
2. Kitab-kitab kuno
3. Dokumen

Kebanyakan aksara di asia Tenggara keturunan aksara Pallawa dari India Selatan. Pada zaman kuno, prasasti umumnya merupakan tulisan berupa sanjak pujian untuk memuja raja. Selain itu, prasasti juga merupakan pujian terhadap anugrah atau karunia yang diperoleh sang raja. Karena itu, supaya sah sebuah prasasti harus dirumuskan dalam bahasa resmi hokum. Agar supaya diyakini masyarakat, prasasti tersebut harus ada saksi dan dianugrahi melalui upacara resmi. Prasasti merupakan putusan resmi yang tertulis pada batu atau logam, yang dirumuskan melalui kaidah-kaidah tertentu, berisi anugrah dan hak yang dikaruniakan dengan beberapa upacara.

Kitab adalah karya sastra para pujangga pada masa lampau yang dapat dijadikan sebagai bukti sejarah untuk mengungkapkan suatu peristiwa di masa lampau. Kerajaan-kerajaan di nusantara pada masa lampau memberi kedudukan yang penting bagi para pujangga. Biasanya tulisan-tulisan yang dihasilkan para pujangga dipengaruhi oleh kekuasaan kerajaan pada waktu itu, sehingga sering kali tulisan-tulisan tersebut tidak netral. Tidak jarang para pujangga menceritakan kehidupan dan kekuasaan raja-raja pada waktu itu.
Naskah pertama yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia pada zaman Kuno adalah kitab Mahabrata dan kitab Ramayana yang berasal dari India. Selain kedua kitab tersebut, muncul juga kitab-kitab yang dihasilkan para pujangga yang sebenarnya menandai perkembangan sastra tulis Indonesia.


Dokumen adalah surat berharga yang tertulis atau tercetak, dapat dipakai sebagai bukti atau keterangan. Dokumen-dokumen itu perlu didokumentasikasikan. Dokumentasi adalah pengumpulan, penyimpanan, pengolahan, dan penyimpanan informasi dari berbagai bidang. Atau pengumpulan bukti dan keterangan-keterangan seperti gambar, kutipan, guntingan koran, bahan referensi, dan lain-lain. Adanya dokumen dalam sejarah nasional Indonesia diawali dengan munculnya organisasi-organisasi pergerakan, misalnya : Budi Utomo, Syarikat Islam, PNI, dan sebagainya. Dalam dokumen berdirinya organisasi Budi Utomo, misalnya tercantum latar belakang berdirinya, tujuan, bentuk-bentuk perjuangan, anggaran dasar serta anggaran rumah tangga. Demikian juga dengan organisasi lainnya.

Alat-alat yang dipakai oleh nenek moyang bangsa Indonesia dalam menghasilkan tlisan-tulisan sejak abad ke-5 sampai abad ke-13 adalah :
1. Batu.
2. Perunggu.
3. Logam mulia.
4. Lontar ( yaitu daun palem tal (borassus flabelifer) yang dikeringkan dan diolah. Tulisan ditoreh dikedua sisi daun dengan menggunakan pisau tajam, lalu hurufnya dihitamkan dengan jelaga. Halam-halaman dirangkai dengan tali melalui lubang di tengah dengan dua papan kayu sebagai penutupnya).
5. Daun palem nipah ( lebih tipis dari palem tal, biasanya ditulis dengan pena tinta atau kuas ).
6. Bambu.
7. Dluwang ( yaitu alat tulis halus dengan penampilan seperti kayu terbuat dari kulit pohon murbai yang dipukul. Meski dikenal sebagai kertas Jawa namun dluwang bukan kertas karena tidak terbuat dari endapan encer. Dluwang kebanyakan dipakai di Jawa untuk naskah-naskah berbahasa Arab dan Jawa, misalnya pakuwon dan primbon ).
8. Kulit kayu.
9. Kayu.
10. Kertas.
11. Kain.


Kebanyakan aksara di asia Tenggara keturunan aksara Pallawa dari India Selatan. Pada zaman kuno, prasasti umumnya merupakan tulisan berupa sanjak pujian untuk memuja raja. Selain itu, prasasti juga merupakan pujian terhadap anugrah atau karunia yang diperoleh sang raja. Karena itu, supaya sah sebuah prasasti harus dirumuskan dalam bahasa resmi hokum. Agar supaya diyakini masyarakat, prasasti tersebut harus ada saksi dan dianugrahi melalui upacara resmi. Prasasti merupakan putusan resmi yang tertulis pada batu atau logam, yang dirumuskan melalui kaidah-kaidah tertentu, berisi anugrah dan hak yang dikaruniakan dengan beberapa upacara.




Berdasarkan bahasa dan tulisan, prasasti di Indonesia dibagi 4 yaitu :
1.Prasasti berbahasa Sansekerta (abad ke-5 – abad ke-9) dibagi :
e. Berhuruf Pallawa, contoh yupa, Prasasti ciareteum, kebon kopi, prasasti jambu, prasasti canggal dan prasasti tuk mas)
f. Berhuruf pra-nagari (dipakai di India Utara dan Srilangka) contoh prasasti kalasan, kelurak, Batu baka, dan Plaosari lor
g. Berhuruf Jawa kuno. Contoh prasasti dinouo, plumpungan

2. Prasasti berbahasa jawa kuno
a.Berhuruf jawa kuno, contoh prasasti Mantyasih
b.Huruf pra-nagari, contoh prasasti sanur
3. Berbahasa Melayu kuno
Contoh Prasasti kedukan bukit, talang tuo, telaga batu, ligor
2. Prasasti berbahasa Bali kuno
Contoh Prasasti julah, prasasti tugu sanur

Contoh prasasti peninggalan kerajaan-kerajaan di Indonesia yang bercorak Hindu-Budha :
1. Kerajaan Kutai.
Meliputi : 7 buah yupa.
2. kerajaan Tarumanegara
Meliputi :
a. Prasasti Ciereteum (Bogor)
b. Prasastu Kebon kopi
c. Prasasti Jambu
d. Prasasti pasir awi
e. prasasti muara Cianten
f. Prasasti Tugu
3. Kerajaan sriwijaya
Meliputi :
a. Prasasti kedukan Bukit
b. Prasasti Telaga Batu
c. Prasasti Talang Tuo
d. Prasasti Kota kapur
e. Prasasti Ligor
f. Prasasti Karang birahi


Kitab adalah karya sastra para pujangga pada masa lampau yang dapat dijadikan sebagai bukti sejarah untuk mengungkapkan suatu peristiwa di masa lampau. Kerajaan-kerajaan di nusantara pada masa lampau memberi kedudukan yang penting bagi para pujangga. Biasanya tulisan-tulisan yang dihasilkan para pujangga dipengaruhi oleh kekuasaan kerajaan pada waktu itu, sehingga sering kali tulisan-tulisan tersebut tidak netral. Tidak jarang para pujangga menceritakan kehidupan dan kekuasaan raja-raja pada waktu itu.
Naskah pertama yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia pada zaman Kuno adalah kitab Mahabrata dan kitab Ramayana yang berasal dari India. Selain kedua kitab tersebut, muncul juga kitab-kitab yang dihasilkan para pujangga yang sebenarnya menandai perkembangan sastra tulis Indonesia.

Kesustraan Mataram Kuno.

Hasil karya sastra tertua adalah Shang Hyang Kamahayanikan yang ditulis oleh Sambara Suryawanasa pada masa pemerintahan raja Mpu sendok (929-947 M). Kitab ini menguraikan tentang soal-soal ajaran dan ibadah agama Budha Tantrayana.
Kesustraan zaman Kediri
Hasil karyanya berupa :
1. Arjuna Wiwaha karya Mpu Kanwa (1030) pada masa pemerintahan raja Airlangga.
2. Kresnayana karya Mpu darmaja pada masa pemerintahan raja Kameswara.
3. Bratayudha (1157) karya Mpu sedah yang lalu diselesaikan oleh Mpu Pandhawa.
4. Sumanasantaka, karya Mpu monaguna.
5. Smaradahana karya Mpu Dharmaja
6. hariwangsa karya Mpu Panuluh
7. Gatotkacacraya karya Mpu Panuluh
8. Writasancaya karya Mpu Tanakung
9. Lubdhaka karya Mpu Tanakung

Kesustraan zaman Majapahit I yang mengunakan Bahasa Jawa Kuno.
Hasil karyanya berupa :
1. Negarakertagama karya Mpu prapanca yang ditulis pada masa pemerintahan raja Hayam Wuruk (1365). Kitab ini penting sekali bagi sejarah karena yang diuraikanya tentang raja-raja Singosari dan Majapahit.
2. Sutasoma karya Mpu Tantular. Dalam kitab ini terdapat kata “Bhineka Tunggal Ika Tan hanna Dharmamangra “.
3. Arjunawiwaha, karya Mpu Tantular.
4. Kunjarakarna.
5. Parthayajna.

Kesustraan zaman majapahit II yang menggunakan bahasa Jawa Tengah.
Hasil karyanya antara lain :
1. Kitab Pararaton yang berisi mitos tentang ken arok sampai akhir kerajaan
Majapahit.
2. Kitab Bubhuksah.
3. Tantu Panggelaran.
4. Calon arang
5. korawacrama

Yang termasuk kitab sejarah yang dihasilkan zaman Hindu/Budha adalah :
1. Sundayana.
2. Panji Wijayakrama
3. Rangga Lawe
4. Sorandaka
5. Pamancangah
6. Usana Bali


Pada masa Islam muncul banyak karya sastra. Kitab-kitab Mahabrata, Ramayana, dan Pancatantra digubah menjadi kitab-kitab berikut :
a. Hikayat Pandawa Lima
b. Hikayat Perang Pandawa Lima
c. Hikayat Sri Rama
d. Hikayat Maharaja Rahwana
e. Hikayat Pancatantra

Selain itu ada juga kitb-kitab yang berisi tentang cerita panji. Cerita Panji tersebar sampai keseluruh Asia Tenggara. Bahkan dalam seni sastra zaman Islam di daerah melayu dikenal kitab yang berisi :
1. Syair Ken Tambunan
2. Lelakon Mahesa Kuitit
3. Syair Panji Sumirang
4. Cerita Wayang Kinundang
5. Hikayat Panji Kuda Sumirang
6. Hikayat Cekal Wanengpati
7. Hikayat Panji Wilakusuma

Saduran-saduran yang disebutkan di atas sebagian ditulis, sebagian lagi dalam bentuk tembang. Di Jawa, tembang itu adalah bentuk lazim, tetapi di daerah Melayu baik tembang maupun gancaran sama-sama terdapat. Hikayat-hikayat semuanya ditulis dalam bentuk gancaran, sedangkan cerita-cerita dari hikayat yang sama tetapi digubah dalam bentuk tembang tidak dinamakan hikayat melainkan syair. Syair adalah perkataan Arab yang dipakai untuk menamakan sajak-sajak yang terdiri dari 4 baris dan tiap baitnya hampir serupa dengan pantun.

Dilihat dari corak dan isinya, hasil kesustraan zaman Islam di bagi menjadi :


Hikayat isinya bermacam-macam, bahannya diambil dari Mahabrata dan ramayana. Hikayat tidak lain daripada dongeng atau cerita belaka. Keajaiban dan peristiwa-peristiwa yang tidak masuk akal pada umumnya menjadi bagian yang penting walaupun tidak jarang hikayat tersebut berpangkal dari seorang tokoh sejarah atau berkisar dari peristiwa yang benar terjadi. Contoh Hikayat adalah :
a. Cerita Panji.
b. Cerita Amir Hamzah.
c. Hikayat bayan Budiman.
d. Hikayat Marakarma.
e. Hikayat Jauhar Manikam.
f. Hikayat hang tuah


yaitu kitab yang membentangkan soal-soal ajaran tassawuf. Dekat sekali dengan suluk adalah kitab primbon yang bercorak magis, berisi ramalan, penentuan hari baik dan buruk, dan pemberian makna terhadap suatu kejadian. Beberapa contoh dari kitab Suluk adalah :
g. Suluk Sukarsa. Isi ceritanya tentang seorang ( Ki sukarsa ) yang mencari ilmu sejati untuk kesempurnaan. Dalam uraiannya tentang tuhan nampak banyak persamaan dengan cerita Dewa Ruci ( Bima berguru pada Drona ).
h. Suluk Wujil. Isinya wejangan-wejangan Sunan Bonang kepada Wujil, yaitu seorang kerdil bekas abdi raja Majapahit.
i. Suluk malang sumirang. Isinya mengagungkan orang yang telah mencapai kesempurnaan, telah lepas dari ikatan-ikatan syariah, dan berhasil bersatu dengan Tuhan.


yaitu cerita sejarah yang biasanya lebih berupa cerita daripada uraian sejarah meskipun yang menjadi polanya adalah peristiwa sejarah. Contoh Babad adalah :
3. Hikayat Raja-raja Pasai. Kitab babad ini pada pokoknya menceritakan kerajaan pasai, sejak didirikan oleh Malik Al-Saleh sampai dengan ditaklukanya oleh Majapahit zaman Gajah Mada. Angka tahun tidak terdapat pada kitab ini, dan uraian ceritanya seperti dongeng sehingga tidak ada bahan-bahan sejarah untuk mencocokannya.
4. Sejarah Melayu atau Sulalat Us-Salati. Kitab ini betul-betul sebagai sejarah. Meskipun terdapat dongeng namun dalam garis besar yang diuraikanya adalah peristiwa sejarah.
5. Babad Tanah Jawi. Kitab ini menguraikan tentang sejarah pulau jawa mulai dari nabi adam sampai 1647 tahun jawa (1722 M). Adam ini beranak nabi Sis, Sis beranak Nurcahya, beranak Nurasa, beranak Sang hyang Wenang, beranak Shang Hyang Tunggal, beranak Batara Guru yang bertahta di Suralaya memiliki 5 anak, diantaranya yaitu : Batara Wisnu yang merupakan raja pertama di pulau Jawa. Jelaslah bahwa permulaan kitab ini sulit diterima sebagai sejarah.
6. Babad Giyanti. Karangan Yasadipura ini meriwayatkan tentang pecahnya kerajaan Mataram menjadi Surakarta di bawah pemerintahan Paku Buwono III dan Yogyakarta dibawah pemerintahan Hamengkubuwono dan Mangkunegaran yang diperintah oleh Mangkunegoro I. Apa yang diuraikan oleh kitab ini betul-betul sejarah walaupun ada penambahan dari penulisnya.
7. Hikayat Hasanudin. Dinamakan juda Daftar sejarah Cirebon dan Kitab silsilah Segala Maulana Di Tanah Jawa. Kitab ini adalah saduran dari Kitab Sejarah Banten Rante-Rante. Isinya meriwayatkan tentang berbagai Wali di Jawa serta keturunan mereka.


A. Pilihan Ganda (Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat !

1. Zaman sebelum manusia mengenal tulisan disebut zaman...
a. pra-sejarah
b. purba
c. sejarah
d. es
e. batu besar

2. Hal-hal berikut ini yang diwariskan kepada anggota-anggota keluarga
kepada anggota-anggota keluarga yang lain, kecuali...
a. kebiasaan
b. bahasa
c. adat istiadat
d. hukum positif
e. tata krama

3. Jenis-jenis cerita rakyat mengenai kehidupan istana raja yang indah-
indah yang dikelilingi oleh putri-putri yang cantik dan putra raja serta
hulubalang yang sakti dan berjiwa patriot disebut...
a. dongeng
b. legenda
c. hikayat
d. pantun
e. argot
4. Larangan membawa bayi keluar rumah pada saat magrib karena takut
diganggu oleh roh-roh jahat termasuk tradisi masyarakat yang belum
mengenal tulisan yang disebut..
a. takhayul
b. legenda
c. argot
d. cerita rakyat
e. pantun

5. Sebagai salah satu bentuk tradisi, sistem kepercayaan nenek moyang
bangsa Indonesia ditandai secara kuat oleh kepercayaan pada, kecuali...
a. benda-benda yang memiliki kekuatan gaib
b. alam yang memiliki kekuatan gaib
c. mahluk-mahluk halus
d. dunia setelah kematian
e. Tuhan Yang maha Esa
6. Sistem kemasyarakatan pada masa bercocok tanam ditandai hal-hal
berikut ini, kecuali...
a. gotong royong dan saling membantu dalam menjalankan hidup sehari-
hari
b. tidak adanya aturan yang mengikat kehidupan bersama
c. ketaatan pada aturan yang telah disepakati sebagai norma kehidupan
bersama
d. sistem persawahan mulai dikenal dan dikembangkan
e. adanya pemerintahan yang sederhana yang mengatur dan mengelola
kehidupan bersama

7. Hal-hal berikut ini berhubungan dengan pengetahuan dan teknologi yang
dikembangkan manusia purba, kecuali...
a. telah memiliki pengetahuan dibidang astronomi
b. mengembangkan alat berlayar, terutama perahu bercadik
c. telah mengenal tata cara berdagang
d. telah mengenal teknologi logam
e. belum mengembangkan teknologi logam dan perunggu

8. Pengalaman masa lalu bagi masyarakat yang belum mengenal tulisan
selalu dikaitkan dengan ...
a. teknologi
b. seni
c. ekonomi
d. politik
e. alam

9. Kesaksian lisan yang disampaikan secara verbal dari generasi ke generasi
berikutnya disebut tradisi...
a. lisan
b. tulisan
c. material
d. rohani
e. jasmani

10. Cerita yang mengambarkan tindakan kepahlawanan yang mengagumkan
bagi kelompok pemiliknya dan biasanya berpusat pada tokoh-tokoh
tertentu disebut...
a. petuah
b. kisah kelompok
c. cerita kepahlawanan
d. dongeng
e. adat istiadat

11. Rumusan kalimat yang dianggap mempunyai makna khusus bagi
kelompok tertentu yang disampaikan secara lisan dan berulang-ulang
untuk menegaskan pandangan kelompok yang akan menjadi pegangan
generasi ke generasi berikutnya disebut...
a. petuah
b. kisah kelompok
c. cerita kepahlawanan
d. dongeng
e. adat istiadat

12. Kisah tentang Mahabrata dan Ramayana termasuk...
a. pantun
b. permainan rakyat
c. cerita rakyat
d. epos
e. argot

13. Folk adalah sekelompok orang yang memiliki ciri-ciri pengenal fisik, sosial,
dan kebudayaan yang sama sehingga mereka dapat dibedakan dari
kelompok yang lain. Ini merupakan pandangan dari...
a. Von Ranke
b. Huizinga
c. Alan Dundes
d. Brunvand
e. Koentjaraningrat

14. Istilah umum untuk aspek material, spritual, dan verbal dari suatu
kebudayaan yang ditransmisikan secara oral melalui pengamatan atau
peniruan adalah...
a. foklore
b. mitologi
c. legenda
d. upacara
e. nyanyian rakyat

15. Mite yang asli berasal dari Indonesia adalah...
a. Ramayana
b. mahabrata
c. Dewi Sri
d. Oedipus
e. Romulus

16. Legenda tentang Walisongo termasuk legenda...
a. keagamaan
b. keduniawian
c. alam gaib
d. perseorangan
e. setempat

17. Penyebaran Foklore relatif tetap. Hal ini menunjukkan bahwa Foklore
bersifat...
a. anonim
b. pralogis
c. tradisional
d. berpola
e. pola
18. Arsitektur rakyat, kerajinan tangan, makanan, minuman rakyat termasuk
foklore...
a. bukan lisan
b. sebagian lisan
c. murni lisan
d. tulisan
e. dokumenter

19. Tokoh utama dalam mite adalah...
a. tokoh masyarakat
b. rakyat kecil
c. golongan bangsawan
d. kaum intelektual
e. para dewa dan mahluk setengah dewa

20. Tokoh Rama, Sinta, dan Laksmana ditemukan dalam mite...
a. Ramayana
b. Mahabrata
c. Dewi Sri
d. Oedipus
e. Romulus

21. Berikut ini adalah ciri-ciri dari foklore, kecuali...
a. penyebaran dan pewarisannya biasanya dilakukan secara lisan
b. bersifat tradisional
c. diketahui siap pencipta dan pembuatnya
d. memiliki bentuk berumus dan berpola
e. bersifat prologis

22. Yang termasuk foklore bukan lisan adalah...
a. bahasa
b. puisi
c. cerita prosa
d. kerajinan tangan
e. nyanyian

23. Dongeng “Bawang Putih Bawang Merah” dan “Joko Kendil” termasuk
contoh foklore yang berfungsi sebagai...
a. alat pengesahan budaya
b. alat pelanggengan tradisi
c. alat proyeksi
d. alat pendagogik
e. alat pemaksaan berlakunya norma masyarakat

24. Peribahasa “sehari selembar benang lama-lama menjadi selembar kain”
termasuk foklore yang berfungsi sebagai...
a. alat kontrol individu
b. alat pengesahan budaya
c. sistem proyeksi
d. pemaksaan berlakunya norma masyarakat
e. . alat pendagogik

25. Indonesia memasuki zaman sejarah pada abad ke...
a. 4 Masehi
b. 5 Masehi
c. 6 Masehi
d. 7 Masehi
e. 8 masehi

26. Dokumen berupa tulisan yang paling tua di indonesia ditemukan dalam
bentuk prasasti di...
a. Bogor
b. bali
c. kutai
d. Goa
e. Pacitan

27. Telapak kaki yang terdapat pada prasasti Tarumanegara menjadi tanda
atau lambang...
a. kehidupan manusia di daerah tersebut
b. kekuasaan raja atas wilayah tersebut
c. kekuasaan dewa atas wilayah tersebut
d. adanya kehidupan binatang-binatang raksasa di daerah tarumanegara
e. kuatnya kepercayaan masyarakat pada para dewa

28. Tulisan-tulisan awal yang ditemukan di indonesia umumnya
menggunakan bahasa...
a. Sangsekerta
b. Yunani
c. latin
d. Arab
e. Kawi

29. Prasasti pada abad ke-7 yang berisi sumpah setia seorang pemimpin
Sriwijaya adalah prasasti...
a. kedukan Bukit
b. Talang Tuo
c. Ciereteum
d. Yupa
e. telaga Batu

30. Prasasti Ciereteum yang ditemukan di jawa barat menyatakan bahwa
pada abad ke-5 kerajaan Tarumanegara berada dibawah kekuasaan...
a. Mulawarman
b. Sultan agung
c. Hayam Wuruk
d. Gajah Mada
e. Purnawarman


B. Uraian (Jawablah pertanyaan di bawah ini secara singkat dan tepat ! )

1. Sebutkan dan jelaskan prasasti yang ditemukan di Indonesia berdasarkan
bahasa dan tulisan !

2. Sebutkan kesustraan yang dihasilkan pada zaman Kediri !

3. Sebutkan kesustraan yang dihasilkan pada zaman Majapahit II !

4. Berdasarkan prasasti-prasasti menunjukkan bahwa kebudayaan Indonesia
diadopsi dari kebudayaan India. Di zaman sekarang, bisakah kamu
menemukan kebudayaan kita yang mirip dengan kebudayaan India ?
mengapa hal itu masih terjadi ? Jelaskan jawabanmu dalam uraian analitis !

6. Buatlah contoh foklore lisan, sebagian lisan, dan bukan lisan yang ada

pada masyarakat Palembang !

Foklore lisan Foklore sebagian lisan Foklore bukan lisan









2. Buatlah contoh upacara adat yang ada di daerah di Indonesia


Daerah
Upacara adat
Sumatera


Jawa


Kalimantan







BAB 3


1. Sumber Sejarah
Bagaimana cara mempelajari sejarah ? Untuk mempelajari sejarah kita harus selalu bertanya. Apakah yang terjadi? Kapan hal itu terjadi ? Siapa pelaku kejadian tersebut ? Bagaimana hal itu terjadi ? Mengapa hal itu terjadi ? Apakah dampak kejadian tersebut ? Enam pertanyaan ini akan sangat membantu untuk mendalami makna sejarah. Dalam menyusun atau merekontruksi peristiwa masa lalu dalam bentuk sejarah diperlukan rangkaian penelitian. Penelitian dilakukan untuk mencari sumber-sumber sejarah.
Sejarah sebagai kisah atau catatan mengambarkan sesuatu yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Oleh karena ini dalam penulisan sejarah (Historiografi) haruslah disusun berdasarkan bukti-bukti atau sumber-sumber sejarah yang merupakan peninggalan manusia pada masa lalu. Sumber-sumber informasi sejarah disebut sebagai data sejarah.
Berdasarkan bahannya sumber-sumber sejarah terdiri dari :
• Sumber tertulis, yaitu tulisan yang memuat informasi sejarah secara jelas sebagai hasil atau rekaman suatu peristiwa. Sumber tertulis berupa : prasasti, konstitusi, naskah, surat, atau buku harian. Termasuk di dalamnya sumber-sumber tertulis di berbagai daerah seperti : babad, tambo, dan kidung.

• Sumber benda, yaitu berupa benda-benda kebudayaan yang berhasil ditemukan, mulai dari peralatan rumah tangga, seperti gerabah sampai alat transportasi, dan sebagainya.

• Sumber lisan, yaitu keterangan lisan yang langsung didapat dari pelaku ataupun saksi peristiwa yang terjadi di masa lampau

Berdasarkan urutan penyampaiannya, sumber sejarah dibagai :
• Sumber primer, yaitu dihasilkan oleh orang yang sezaman dengan peristiwa yang dikisahkan, seperti naskah asli Proklamasi Indonesia tahun 1945. Sumber primer sangat penting karena keasliannya merupakan kunci utama untuk melihat dan memahami masa lampau. Sumber primer biasanya digunakan sebagai bukti interprestasi atau penafsiran ahli sejarah tentang suatu kejadian. Contohnya : penemuan material tanah liat sumeria di kota Mahenjo daro India yang menjadi bukti adanya hubungan dagang antara India dengan sumeria.

• Sumber skunder, yaitu benda atau bahan yang telah diolah dan ditafsirkan oleh para ahli sejarah. Buku pelajaran sejarah juga merupakan sumber sekunder. Suatu sumber sekunder mungkin berbeda dengan sumber lainnya. Hal ini dapat disebabkan adanya perbedaan cara dan dasar penafsiran ahli sejarah. Cara penulisan kata Veda untuk kitab suci agama hindudapat berbeda dengan Weda di Indonesia karena telah disesuaikan dengan ejaan setempat. Sumber sekunder digunakan untuk menjabarkan latar belakang yang tepat dengan bukti sezaman tentang subjeknya. Dlam hal ini sumber sekunder dapat disangsikandan diluruskan ketika kita memerlukan proses analisis kritis tentang saksi-saksi sezaman. Sumber sekunder juga digunakan untuk memperoleh data bibliografis yang lain dan kutipan-kutipan dari sumber primer. Selainitu sumber sekunder digunakan untuk memperoleh interprestasi dan hipotesis yang akan diuji dan diperbaiki kembali.

Dalam kaitan dengan penafsiran atas berbagai sumber sejarah, hal yang perlu diperhatikan adalah objektifitas sumber sejarah tersebut. Sering kali uraian dari tokoh sejarah tentang suatu peristiwa sejah lebih menunjukkan sisi subjektivitasnya. Agar mendapatkan bukti dan fakta sejarah yang benar, sejarahwan harus berhati-hati dalam mengumpulkan sumber-sumber sejarah.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sejarahwan dalam meninjau sumber-sumber sejarah adalah :
• Terpecayannya sumber (Reliability), yaitu peneliti sejarah harus memperhatikan sejauh mana narasumber dapat dipercaya.
• Kuatnya sumber (Creadibility)
• Sahihnya sumber (Validity)

2. Bukti dan fakta Sejarah
Bukti dan fakta sejarah sebaiknya dibicarakan sebagai satu kesatuan. Faktamenyatakan bahwa sesuatu peristiwa atau kejadian adalah benar-benar terjadi atau telah terjadi (Factum). Suatu fakta dapat diketahui dan dikategorikan sebagai peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi dari bukti sejarah dari bukti sejarah yang diperoleh. Bagaimana fakta dan bukti sejarah dapat diindentifikasi ?
Ada 3 metode yang digunakan untuk mengidentifikasikan bukti dan fakta sejarah, yaitu :

1. Metode Tipologi. Dalam mengidentifikasikan bukti dan fakta sejarah, metode tipologi dipakai untuk menentukan umur dari bukti dan fakta sejarah yang diselidiki berdasarkan bentuk peninggalan tersebut. Semakin sederhana bentuk suatu peninggalan tersebut maka semakin tua usia benda peninggalan tersebut. Disini harus disadari bahwa pemakaian metode tipologi memiliki bahaya yang besar yaitu benda yang sederhana belum tentu dibuat lebih dahulu dari benda yang halus.
2. Metode Stratigrafi. Metode ini dipakai untuk menentukan umur relatif berdasarkan lapisan tanah di mana benda itu ditemukan. Disini berlaku ketentuan bahwa lapisan paling atas adalah paling muda. Itu berarti benda sejarah yang ditemukan di lapisan atas lebih muda dibandingkan yang ditemukan dilapisan bawah. Msalah yang dihadapi dengan menggunakan metode ini adalah bagaimana jika lapisan tanah dari situs sejarah yang diselidiki telah mengalami kerusakan atau teraduk oleh campur tangan masyarakat setempat. Nah menghadapi masalah tersebut, ahli geologi yang dapat menentukan mana lapisan tanah yang tua dan mana yang muda.
3. Metode Kimiawi. Cara menentukan umur berdasarkan unsur kimiawi yang dikandung oleh benda tersebut, misalnya dengan menggunakan C14 (Carbon 14) atau unsur Argon.

Fakta sejarah dibagi :
1. Fakta benda (Artefak)
Yaitu fakta yang merupakan peninggalan sejarah berupa benda yang dibuat oleh manusia untuk membantu kehidupannya. Alat yang dibuat adalah kebudayaan material manusia pada suatu priode tertentu. Setiap zaman memiliki kebudayaan material yang berbeda dan khas dari zaman sebelumnya. Perbedaan ini langsung memperlihatkan tingkat perkembangan kebudayaan manusia.


Gambar 5. Arca Megalithicum

2. Fakta sosial
Kata sosial merunjuk pada masyarakat atau kelompok masyarakat tertentu. Contohnya : penemuan kendi atau gerabah menunjukkan bahwa masyarakat pendukung kebudayaan ini telah mengenal pola hidup menetap dan mengembangkan kebudayaan bercocok tanam. Fakta sosial adalah bahwa masyarakat tersebut tidak hanya sudah mengenal sistem kepemimpinan sosial dan pembagian kerja, tetapi juga telah mengenal nilai dan norma tertentu, kepecayaan tertentu, aturan dan sanksi.

3. Fakta mental
Yaitu keseluruhan dari tatanan mental yang berkembang dimasyarakat pada suatu zaman yang menjadi penggerak sejarah.
Meliputi : Konsep-konsep, ide-ide, gagasan, pahan, opini, semangat,
idiologi, inspirasi, asprirasi





Sejarah adalah sebuah proses perubahan. Dalam setiap perubahan, senantiasa terdapat proses yang berkelanjutan (kontinuitas) dan proses tidak berkelanjutan (diskontinuitas). Artinya dalam setiap proses perubahan selalu terdapat unsur-unsur yang sama, berulang-ulang, berbeda-beda, tunggal, serta unik. Keberadaan proses-proses perubahan ini diakui dalam ilmu sejarah.
Dalam ilmu sejarah, proses kontinuitas dipahami sebagai proses saling menkait diantara serangkaian peristiwa atau kejadian dalam suatu urutan waktu tertentu. Sejarah bersifat kontinuitas karena sebuah peristiwa sejarah dapat mempengaruhi peristiwa yang lain. Dengan kata lain kontinuitas terjadi karena tidak lepas dari peristiwa sebelumnya. Sejarah juga merupakan proses yang tidak berkelanjutan (diskontinuitas) karena peristiwa sejarah adalah peristiwa tunggal, unik, abadi, dan hanya terjadi sekali. Dengan demikian peristiwa sejarah berdiri sendiri atau terlepas dari peristiwa lainnya.
Kontinuitas dan diskontinuitas sejarah dapat dilihat dari proses penelitian sejarah.

Menurut Kuntowijaya ada 5 tahapan yang dilakukan oleh para sejarahwan dalam melalukan penulisan sejarah yaitu :

1. Pemilihan topik.
Sebelum melakukan proses penelitian sejarah, seorang sejarahwan perlu melakukan pemilihan topik penelitian. Topik yang dipilih haruslah bernilai, artinya dalam pemilihan topik penelitian mutlak terdapat unsur-unsur keunikan peristiwa, tidak bersifat majemuk, dan tidak bersifat multidimensional. Topik tersebut harus bersifat orisinil, artinya topik tersebut merupakan upaya pembuktian baru atau merupakan interprestasi baru yang terkait dengan perkembangan historiografi dan teori metodologi ilmu sejarah. Topik tersebut harus praktis, artinya sumber-sumber sejarah yang dibutuhkan dalam penelitian haruslah mudah dijangkau, memiliki signifikasi antara sumber dan peristiwa, memiliki signifikasi antara fakta dan argumentasi. Terakhir topik harus memiliki kesatuan, artinya terdapat kesatuan ide antara nilai, orisinil, dan kepraktisan dalam proses pemilihan topik.

2. Heuristik.
Merupakan istilah yang digunakan untuk pengumpulan informasi mengenai topik penelitian sejarah. Kata ”heuristik” berasal dari kata Yunani, heuriskein yang berarti menemukan.Heuristik atau pengumpulan informasi mengenai topik penelitian sejarah lazimnya dilakukan sejarahwan di perpustakaan dan di pusat penyimpanan arsip.

3. Verifikasi
Yaitu : proses pengujian atau penelitian, baik dari segi kebenaran materi atau isi maupun keaslian dari sumber-sumber sejarah. Dalam ilmu sejarah disebut kritik.
Kritik dibagi :
• Kritik Intern : kritik terhadap peninggalan sejarah yaitu kredibilitas sumber sejarah. Unsur sumber sejarah dikatakan mempunyai kredibilitas yang tinggi jika unsur-unsur tersebut paling dekat dengan apa yang sungguh-sungguh terjadi. Dalam menguji kredibilitas suatu sumber, kredibilitas pengarang harus diuji.
• Kritik ekstern : kritik terhadap keaslian dari sumber sejarah. Dokumen –dokumen sejarah adakalanya dipalsukan karena alasan-alasan tertentu yaitu :
a. Dokumen sejarah dipalsukan untuk mendukung suatu klaim yang palsu. Contoh : Donasi Konstantinus yang pernah dikutif untuk mendukung teori bahwa Paus mempunyai klaim teritorial yang luas di Barat. Pada tahun 1440, Lorenzo Valla memperlihatkan anakronisme dalam dokumen itu yang membuktikan dokumen iti palsu.
b. Dokumen sejarah dipalsukan untuk mengejar keuntungan. Misalnya : Robert Spring, seorang pedagang otografi membuat ratusan pemalsuan surat-surat untuk memenuhi permintaan para kolektor.
c. Dokumen dipalsukan demi kepentingan propaganda. Misalnya ”The Protokol Of the Elders Of Zion” merupakan dokumen yang berpretensi untuk mengungkapkan komplotan Yahudi yang nekat ingin menguasai dunia.

Untuk memeriksa otensitas sumber sejarah, khususnya naskah tertulis seperti surat, notulen, dan daftar, ada beberapa hal yang harus dilakukan dengan seksama yaitu :

1. Menguji kesesuaian tanggal pembuatan dokumen dengan isi dokumen. Hal ini perlu dilakukan untuk melihat dokumen itu memiliki materi yang anakkronitis atau tidak.
2. Menyelidiki tinta yang dipakai untuk melihat apakah komposisi kimia tinta tersebut anakronistis.
3. Mengidentifikasikan pengarangnya dan tulisan tangan, tanda tangan, materai, dan jenis huruf yang dipakai oleh pengarang.
4. Menyelidiki apakah dalam dokumen itu ada langgam bahasa, seperti penggunaan idiom, orthografi, atau pungtuasi yang anakronistis
5. menyelidiki apakah referensi pada peristiwa-peristiwa atau penanggalan dokumen bersifat anakronistis.

Selain verivikasi otensitas sumber, yang harus diperhatikan adalah kredibilitas sumber. Unsur-unsur sumber sejarah dikatakan mempunyai kredibilitas yang tinggi jika unsur-unsur itu paling dekat dengan apa yang sungguh-sungguh terjadi. Hal ini dapat diketahu dari penyelidikan kritis terhadap sumber-sumber terbaik yang ada. Dalam menguji kredibilitas suatu sumber, kredibilitas pengarangnya harus diuji. Kredibilitas pengarang dapat diketahui dengan mengenal identitasnya.

Agar objektivitas sejarah dapat disajikan dengan baik oleh sejarahwan, ada beberapa kesalahan yang harus dihindari , yaitu :

a. Kesalahan pars prob toto. Kesalahan ini terjadi karena ada anggapan bahwa bukti yang hanya berlaku untuk sebagian dianggap berlaku untuk keseluruhan. Misalnya : dalam karya ”Habis gelap terbitlah terang”, Kartini mengeluh bahwa wanita Jawa selalu dipinggit. Keluhan ini sebenarnya hanya terbukti untuk gadis-gadis bangsawan. Hal ini tidak dialami oleh anak gadis desa atau pesantren.
b. Kesalahan totem pro parte. Kesalahan ini adalah kebalikan dari pars pro toto. Sejarahwan mngemukakan keseluruhannya, padahal yang dimaksudkan adalah bukti untuk sebagian. Misalnya : orang yang bersekolah di negeri Belanda digambarkan seolah-olah menjadi orang Barat yang berfikir dan berbicara seperti orang Belanda padahal Sosrokartono kemudian menjadi mistikus.
c. Kesalahan menganggap pendapat umum sebagai fakta. Hal ini sering terjadi. Misalnya : orang cina dianggap pandai berdagang. Anggapan ini mendorong berdirinya Koperasi-koperasi Sarikat Islam padahal ada juga orang Cina yang menjadi pembantu rumah tangga.

4. Interprestas (analisis dan sintesis)
Yaitu melakukan penafsiran terhadap sumber sejarah sebagai bukti penelitian. Ada dua macam interprestasi yaitu analisis dan sintesis. Dalam analisis beberapa kemungkinan yang terkandung oleh suatu sumber sejarah dicoba untuk dilihat. Sementara sintesis berarti menyatukan. Dalam sintesis beberapa data yang ada dikelompokan menjadi satu dengan generalisasi konseptual. Untuk menghasilkan interprestasi yang baik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sejarahwan, seperti : keterampilan dalam membaca sumber. Keterampilan ini mencangkup keterampilan dalam menafsirkan makna bahasa yang digunakan pada sumber, khususnya sumber tertulis. Misalnya : dokumen yang digunakan berbahasa Jawa Kuno atau berbahasa Belanda. Untuk dapat menginterprestasikan isi dokumen tersebut, seorang sejarahwan harus mengetahui struktur bahasa Jawa kuno atau struktur bahasa Belanda karena struktur bahasa pada masing-masing bahasa mempunyai karekter tersendiri.

Untuk menghindari kesalahan interprestasi, ada beberapa hal yang patut dilakukan oleh seorang sejarahwan, yaitu :

a. seorang sejarahwan harus dapat membedakan alasan, sebab, kondisi, dan motivasi. Keempat hal ini mempunyai perbedaan makna yang sangat tipis
b. seorang sejarahwan harus menghindari kesalahan pos hoc, propter hoc (setelah ini, maka ini). Kesalahan ini terjadi ketika seorang sejarahwan menunjukkan bahwa karena peristiwa A lebih dahulu dari peristiwa B, maka peristiwa B disebabkan oleh peristiwa A.
c. Seorang sejarahwan harus menghindari kesalahan reduksionisme dengan cara menyederhanakan gejala-gejala yang sebenarnya kompleks. Misalnya : sejarahwan Marxis selalu mengajukan penjelasan monokausalnya terhadap semua persoalan. Penjelasan monokausalnya hanya ada dalam ruang lingkup ekonomi. Misalnya, petani gurem yang nasifnya tidak jauh berbeda dengan buru tani dimasukkan dalam kategori tuan tanah.
d. Seorang sejarahwan harus menghindari kesalahan pluralisme yang berlebihan. Pluralisme yang berlebihan dapat muncul ketika sejarahwan mencoba menghindari reduksionisme. Akan tetapi akibatnya sejarahwan sering tidak menjelaskan apa-apa. Sejarahwan tidak menyebutkan fakto-faktor yangmenentukan.


5. Historiografi
Yaitu penyusunan kisah sejarah sesuai dengan norma-norma dalam disiplin ilmu sejarah.
Menurut cara penyampaiannya , penulisan sejarah dibedakan menjadi 2, yaitu
a. Penulisan sejarah naratif. Merupakan penulisan sejarah dengan pendekatan sejarah sebagai rekaman peristiwa dan tidakan aktor sejarah secara individu yang berlangsung dalam kurun waktu tertentu.
b. Penulisan sejarah struktural. Merupakan penulisan sejarah dengan pendekatan sejarah sebagai rekaman peristiwa struktural yang berupa proses dan corak perubahan masyarakat, bangsa dan dunia.

Dalam tahap historiografi yang terpenting adalah fakta-fakta sejarah harus diseleksi dan disusun dengan baik. Dalam menyeleksi fakta sejarah, masalah relevansi harus mendapat perhatian. Artinya dalam menyeleksi fakta sejarah yang digunakan harus sesuai dengan topik penelitian. Ada 4 aspek yang menjadi ukuran relevansi, yaitu : aspek biografis, geografis, kronologis, dan fungsional. Setelah fakta-fakta tersebut diseleksi, fakta-fakta itu disusun. Penyusunan fakta secara kronologis dalam priode-priode waktu dan sudut pandang geografis dan diupayakan bersifat objektif. Walaupun demikian, unsur-unsur subjektifitas sering kali sulit dihindari karena faktor-faktor :
• Adanya sikap berat sebelah
• Adanya prasangka kelompok
• Pandangan hidup yang berbeda tentang penggerakan sejarah

Dalam penulisan sejarah, ada beberapa yang harus dihindari, yaitu :
a. Kesalahan narasi artinya kesalahan yang terjadi dalam penyajian, yang meliputi kesalahan priodisasi, kesalahan didaktis, dan kesalahan pembahasan. Kesalahan priodisasi terjadi ketika sejarahwan memandang priode sebagai waktu yang pasti. Misalnya : zaman kuno Indonesia tidak berakhir tepat tahun1499, walaupun dikatakan demikian karena jauh sebelumnya sudah berdiri kerajaan Islam. Kesalahan didaktis terjadi ketika sejarahwan menggunakan historiografi untuk mengajarkan suatu nilai, padahal penulisan sejarah sendiri harus murni berbentuk ilmiah. Kesalahan pembahasan terjadi karena pembahasan disajikan dengan bahasa emosional dan nosequitur (kalimat yang dipakai bukan merupakan konsekuensi kalimat sebelumnya).
b. Kesalahan argument. Kesalahan ini terjadi ketika sejarahwan menguraikan gagasannya. Kesalahan ini dapat berupa kesalahan konseptual dan dapat juga berupa kesalahan subtansial.
c. kesalahan generalisasi, terbagi dalam dua, yaitu: generalisasi yang tidak representative dan generalisasi sebagai suatu kesatuan.


Penelitian lisan mencangkup sejarah lisan dan tradisi lisan. Sejarah lisan biasanya menceritakan suatu peristiwa sejarah dari saksi mata peristiwa sejarah. Tradisi lisan merupakan kisah yang diperoleh bukan dari orang yang menyaksikan peristiwa tersebut tapi mendengar dari orang lain.
Sejarah lisan mempunyai kelebihan yaitu :
a. Pengumpulan data dilakukan dengan komunikasi dua arah
a. Penulis sejarah menggali informasi dari semua golongan masyarakat
b. Melengkapi kekurangan data dari dokumen

Penelitian sejarah lisan mempunyai kekurangan yaitu :
Subjektifitas yang sangat tinggi
Terbatasnya daya ingat saksi sejarah terhadap suatu persitiwa


Berdasarkan cakupan wilayah pembahasannya, sejarah dibagi dalam :
• Sejarah Dunia, yaitu peristiwa atau kejadian sejarah memiliki pengaruh atau mempengaruhi dunia secara menyeluruh.

• Sejarah Nasional, yaitu peristiwa atau kejadian yang berpengaruh pada suatu bangsa tertentu.

• Sejarah Lokal, yaitu peristiwa atau kejadian sejarah yang terjadi di masa lampau hanya terjadi di suatu lokalitas tertentu dan tidak memiliki pengaruh sampai pada level nasional. Sejarah lokal juga meliputi sejarah terjadinya suatu daerah tertentu.
Berdasarkan tingkat kekunoannya, sejarah dibagi :
• Sejarah sebelum mengenal tulisan
• Sejarah setelah mengenal tulisan
• Sejarah kuno
• Sejarah modern
• Sejarah kontemporer

Berdasarkan aspek-aspek yang menjadi topic penelitian sejarah, jenis sejarah
dibagi :
• Sejarah Ekonomi
• Sejarah Politik
• Sejarah Sosial
• Sejarah kebudayaan



UJI KOMPETENSI 4
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!

1. Di dalam sejarah, apa yang terjadi pada saat ini tidak terlepas dari apa yang terjadi
sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa sejarah memiliki proses...
a. kontinuitas.
b. diskontinuitas.
c. heuristik.
d. verifikasi.
e. historiografi.

2. Dalam pemilihan topik penelitian sejarah, seharusnya terdapat unsur keunikan
peristiwa, tidak bersifat majemuk, dan tidak bersifat multidimensi. Hal ini
menunjukkan bahwa topik penelitian harus...
a. hopotesis
b. baconian
c. dikotomi
d. heuristik
e. verivikasi

3. ketika seorang peneliti sejarah beranggapan bahwa tanpa teori, konsep, ide,
paradigma, hipotesis, atau generalisasi yang lain, penelitian sejarah dapat
dilakukan. Hal ini dapat menimbulkan kesalahan...
a. hipotesis
b. pragmatis
c. ad hominem
d. pars pro toto
e. totem pro parte

4. Penggumpulan informasi untuk suatu topik penelitian sejarah disebut...
a. hipotesis
b. baconian
c. dikotomi
d. heuristik
e. verivikasi

5. Ketika seorang peneliti sejarah memilih satu bagian yang penting dan
mengganggap pemilihan bagian tersebut dapat mewakili keseluruhannya, ia
melakukan kesalahan...
a. holisme
b. pragmatis
c. ad hominem
d. pars pro toto
e. totem pro parte

6. Seorang sejarahwan mengajukan pertanyaan logis yang ebrkaitan dengan peristiwa
sejarah yang ditelitinya dengan membandingkan dan menghadirkan data lain yang
berkaitan dengan peristiwa sejarah yang sama untuk mendapatkan data yang benar-
benar dapat dipertanggungjawabkan (objektif). Dalam penelitian sejarah, kegiatan
ini dilakukan pada tahab...
a. pemilihan topik
b. heuristik
c. verivikasi
d. interprestasi
e. historiografi

7. Seorang sejarahwan melakukan penafsiran terhadap data sejarah. Hal ini dilakukan
pada tahab...
a. pemilihan topik
b. heuristik
c. verivikasi
d. interprestasi
e. historiografi

8. Seorang sejarahwan melakukan pengujian kesesuaian tanggal pembuatan dokumen
dengan isi dokumen. Hal ini dilakukan untuk melihat...
a. otentisitas sumber
b. kredibilitas sumber
c. kesalahan narasi
d. kesalahan interprestasi
e. kesalahan heuristik

9. Seorang peneliti sejarah lisan dalam melakukan proses wawancara dengan nara
sumber harus memperhatikan ...
a. tingkat intelegensi dari narasumber
b. asal usul keluarga narasumber
c. status sosial narasumber
d. kadar realibilitas narasumber
e. tingkat ekonomi narasumber

10. Suatu peristiwa di masa lampau yang terjadi hanya disuatu lokalisasi tertentu dan
tidak memiliki pengaruh sampai pada level nasional disebut...
a. sejarah lokal
b. sejarah nasional
c. sejarah dunia
d. sejarah khusus
e. sejarah umum

11. Upaya untuk memusatkan perhatian pada mempelajari peristiwa-peristiwa sejarah
di masa lampau yang berhubungan dengan sistem sosial, interaksi sosial, konplik,
stratifikasi sosial, kelompok-kelompok sosial, dan sistem simbol termasuk jenis
sejarah...
a. politik
b ekonomi
c. sosial
d. geografi
e. budaya

12. Upaya untuk mengevaluasi apakah sumber-sumber yang dipakai dalam meneliti
dan menulis sejarah bersifat memadai atau tudak disebut kritik...
a. internal
b. sumber
c. peninggalan sejarah
d. ekternal
e. kebudayaan

13. Mempelajari bagaimana suatu masyarakat di zaman dahulu menata kehidupan
bersama sesuai dengan system politik yang mereka anut pada suatu waktu
tertentu termasuk jenis sejarah…
a. ketatanegaraan
b. dunia
c. geografi
d. ekonomi
e. social

B. Jawablah pertanyaan dibawah ini secara singkat dan jelas!

1.Sebutkan dan jelaskan secara singkat langkah-langkah dalam penelitian sejarah !
2.Sebutkan dan jelaskan prinsip-prinsip dalam penelitian dan penulisan sejarah lisan dan tertulis !